Kompas.com - 26/10/2019, 16:22 WIB
Direktur Utama PT Avrist Asset Management (Avram) Hanif Mantiq  (kiri depan) melihat layar peradangan perdana Reksa Dana Avrist ETF Fixed Rate Bond l (XAFA) usai diluncurkan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (18/12/2019). KOMPAS.COM/MURTI ALI LINGGADirektur Utama PT Avrist Asset Management (Avram) Hanif Mantiq  (kiri depan) melihat layar peradangan perdana Reksa Dana Avrist ETF Fixed Rate Bond l (XAFA) usai diluncurkan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (18/12/2019).
Penulis Mutia Fauzia
|

LOMBOK, KOMPAS.com - Kustodian Sentral Efek Indonesia atau KSEI mencatat total investor di pasar modal (SID) telah mencapai angka 2,28 juta hingga 23 Oktober 2019. Jumlah investor ini ternyata didominasi oleh milenial atau berusia di bawah 30 tahun.

"Walaupun jumlah asetnya itu masih kecil jika dibandingkan total aset investor di atas umur 60, tapi ini masa depan investasi Indonesia," ujar Direktur Utama KSEI Uriep Budhi Prasetyo ditemui media di Lombok, Jumat (26/10/2019).

Menurut catatan KSEI demografi investor kalangan muda atau berumur di bawah 30 tahun mencapai 43,28 persen. Meskpun dari segi jumlah aset yang dimiliki masih cenderung paling kecil dari seluruh demografi usia sebesar Rp 12,15 triliun.

Baca juga: Ekonomi Dunia Melemah, Bagaimana Proyeksi Pertumbuhan Pasar Modal Tahun Depan?

Dari sisi jumlah aset, investor yang memiliki aset terbanyak berada pada usia di atas 60 dengan total aset senilai Rp 243,49 triliun, namun dari sisi jumlah investor, kelompok ini hanya sebesar 5,08 persen. Kemudian posisi kedua diikuti oleh kelompok umur 51-60 tahun dengan nilai Rp 101,98 triliun (9,90 persen dari sisi kelompok usia).

Adapun dari segi jenis kelamin, kelompok laki-laki lebih banyak tercatat menjadi investor dibandingkan perempuan. Jumlah investor laki-laki tercatat sebesar 53,27 persen, sedangkan perempuan sebesar 40,43 persen dari total 2,28 juta.

Kemudian dari sisi penghasilan, investor paling banyak adalah yang memiliki penghasilan antara Rp 10 juta-Rp100 juta. Kemudian diikuti oleh kelompok investor dengan penghasilan sebesar Rp 100 juta sampai Rp 500 juta. Sedangkan posisi ketiga berasal dari kelompok penghasilan di bawah Rp 10 juta sebesar 12,69 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Promo Diskon Super Indo Akhir Pekan Ini, Yuk Cek Harganya

Sementara itu, jika dirinci per instrumen investor saham berjumlah 2,28 juta investor. 

Investor saham telah mengalami peningkatan hampir dua kali lipat atau sebesar 194 persen sejak tahun 2014, menjadi sebanyak 1,05 juta investor. Kemudian, investor reksa dana juga mengalami peningkatan hampir tiga kali lipat atau sebesar 345 persen sejak tahun 2014 menjadi sebanyak 1,5 juta investor.

Investor Surat Berharga Negara (SBN) pun mengalami pertumbuhan signifikan.Tercatat per Oktober 2019, investor SBN tumbuh 276 persen sejak 2014 menjadi 304.321 investor.

Baca juga: Jadi Wamen BUMN, Kartika Wirjoatmodjo Tinggalkan Pendapatan Fantastis di Bank Mandiri



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X