Penanggulangan Tumpahan Minyak Pertamina di Kepulauaan Seribu Rampung

Kompas.com - 26/10/2019, 18:00 WIB
Tim Oil Spill Combat Team (OSCT) menarik Oil Boom SL 25 untuk dipasang di beberapa titik strategis di Pantai Sedari, Karawang, Jawa Barat, Kamis (01/08). dok BBC IndonesiaTim Oil Spill Combat Team (OSCT) menarik Oil Boom SL 25 untuk dipasang di beberapa titik strategis di Pantai Sedari, Karawang, Jawa Barat, Kamis (01/08).
Penulis Mutia Fauzia
|

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pertamina Hulu Energi (PHE), anak usaha PT Pertamina (Persero) merampungkan penanggulangan tumpahan minyak atau oil spill sumur YYA-1, Blok Offshore North West Java (ONWJ) di Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Pertamina dan sejumlah pihak melalukan bersih-bersih pantai di Pulau Untung Jawa dan Pulau Lancang. Kegiatan ini merupakan kick off fase pemulihan ekosistem.

"Kasus sumur YYA-1 sudah terjadi dan kami ambil pelajaran dan hikmahnya dari situ. Melalui kejadian itu kami bisa belajar dan hikmahnya bisa semakin dekat dengan masyarakat," kata Presiden Direktur PHE Meidawati seperti dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu (26/10/2019).

Baca juga: Milenial Dominasi Investor Pasar Modal RI

Sementara itu, Direktur Operasi dan Produksi PHE Taufik Aditiyawarman memastikan, tidak ada lagi tumpahan minyak dari sumur YYA yang berada di lepas pantai Kawarang, Jawa Barat.

"Kini yang kami lakukan adalah melakukan smenting tiga sumur YY. Total dana untuk penyemenan tiga sumur itu 3 juta dollar AS," kata Taufik.

Bupati Kepulauan Seribu Husein Murad mengatakan kegiatan pembersihan pantai diharapkan bisa dilanjutkan dan dilakukan secara berkesinambungan.

"Kami harapkan kejadian bisa diselesaikan dengan baik sehingga tidak ada ekses di kemudian hari," katanya.

Baca juga: OJK: Pasar Modal RI Dicemburui Negara Tetangga

Menurut Husein, penyerahan kunci Puskodal yang merupakan rumah dinas lurah Pulau Untung Jawa yang digunakan selama penanganan oil spill bukan berarti kerja sama yang dilakukan antara Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu dengan Pertamina, khususnya PHE juga berhenti.

"Dengan penyerahan kunci ini menandai telah selesainya penanganan oil spill, tapi bukan berarti slesai sama sekali," kata Husein.

Baca juga: Ekonomi Dunia Melemah, Bagaimana Proyeksi Pertumbuhan Pasar Modal Tahun Depan?

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X