Dua Pesawat Boeing 737 NG Milik Lion Air Juga Alami Keretakan

Kompas.com - 28/10/2019, 17:16 WIB
Pesawat Lion Air saat parkir di Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang, Jumat (19/7/2019) sore. KOMPAS.com/HERU DAHNURPesawat Lion Air saat parkir di Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang, Jumat (19/7/2019) sore.

JAKARTA, KOMPAS.com - Dua pesawat Lion Air jenis Boeing 737 Next Generation ditemukan adanya retakan. Retakan tersebut dilakukan setelah adanya inspeksi ke seluruh armada milik Lion Air.

Hal tersebut diakui oleh Presiden Direktur Lion Air Group Edward Sirait.

“Kami lakukan pengecekan. Pesawat (Boeing 737) NG kita jumlahnya ada 90, tapi hahya dua (yang mengalami keretakan),” ujar pria yang akrab disapa Edo itu di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Senin (28/10/2019).

Saat ditanya apakah kedua pesawat itu masih dioperasikan atau tidak, Edo tak menjawabnya secara lugas. Dia hanya memastikan maskapainya tak akan main-main jika menyangkut masalah keselamatan penerbangan.

“Semua pesawat itu pasti dilakukan perbaikan, kalau di-grounded, (misalnya) belum selesai perbaikan, ya kita grounded, tapi kalau sudah selesai perbaikan dan dinyatakan laik ya kita terbangkan,” kata Edo.

Baca juga : Kemenhub: Total 5 Pesawat Boeing 737 NG yang Alami Keretakan

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan grounding atau pelarangan terbang tiga pesawat jenis Boeing 737 NG yang dioperasikan maskapai Indonesia. Tiga pesawat itu terdiri dari satu milik Garuda Indonesia dan dua milik Sriwijaya Air.

Kebijakan Kemenhub tersebut terkait dengan langkah Boeing yang telah memeriksa 810 unit pesawat tipe 737 Next Generation (NG) di seluruh dunia.

Jenis pesawat 737 NG meliputi Boeing 737-600, Boeing 737-700, Boeing 737-800, dan Boeing 737-900.

Dari pemeriksaan itu, Boeing menemukan retakan struktural di 38 unit pesawat sehingga membutuhkan perbaikan dan penggantian.

Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) Avirianto mengatakan, terdapat crack di salah satu dari tiga pesawat B737NG milik Garuda Indonesia yang berumur melebihi 30.000 flight cycle numer (FCN) dan terdapat crack di dua pesawat B737NG milik Sriwijaya Air dari lima pesawat yang berumur lebih dari 30.000 FCN.

Pengoperasian tiga pesawat B737NG yang ditemukan crack atau retakan diberhentikan sampai menunggu rekomendasi lebih lanjut dari pihak Boeing.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X