Ojek Online dan MRT Sebabkan Kredit Kendaraan Bermotor Lesu

Kompas.com - 28/10/2019, 19:05 WIB
Ojek online menunggu penumpang di dekat stasiun MRT Lebak Bulus, Kamis (29/8/2019) KOMPAS.COM/WALDA MARISONOjek online menunggu penumpang di dekat stasiun MRT Lebak Bulus, Kamis (29/8/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Central Asia Tbk (KOMPAS100: BBCA) mencatatkan pertumbuhan negatif dalam penyaluran kredit kendaraan bermotor (KKB) di kuartal III-2019 ini.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja menjelaskan, penyaluran KKB BCA turun 2 persen (yoy) menjadi Rp 47,8 triliun, terutama karena penurunan pembiayaan kendaraan roda dua.

Jahja menilai, keberadaan transportasi online dan kian membaiknya kualitas transportasi umum terutama di kawasan Jakarta menjadi salah satu faktor lesunya penyaluran KKB.

"KKB salah satu faktornya adanya transportasi online, juga MRT, maka kemudian orang pergi ke kantor tidak harus bangun pagi, mereka cukup pakai online transportation," jelas Jahja di Jakarta, Sein (28/10/2019).

Jahja pun mengatakan, dengan keberadaan transportasi online dan juga transportasi umum seperti MRT, kebutuhan untuk memiliki mobil lebih dari satu juga kian turun.

Hal tersebut membuat permintaan atas pembiayaan mobil juga turun.

Baca juga : Apa Saja yang Harus Dipetimbangkan Sebelum Mengajukan Kredit Kendaraan?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bahkan untuk kendaraan roda dua, permintaannya cenderung tumbuh negatif hingga 36,1 persen.

Menurunnya permintaan baik untuk pembiayaan mobil dan motor pun berimbas terhadap penyaluran kredit di segmen konsumer. Kredit konsumer BCA pada kuartal III-2019 ini haya tumbuh 4,1 persen.

Tak hanya pembiayaan kendaraan bermotor saja, penyaluran pembiayaan rumah pun juga dalam kondisi lesu.

Jahja menilai, penyaluran pembiayaan KPR yang hanya tumbuh 6,8 persen karena kini orang membeli rumah murni karena kebutuhan, tak lagi untuk investasi.

"Saya hubungi developer, saat keemasan itu 50 persen orang membeli rumah untuk kebutuhan sendiri, sisanya untuk investasi. Tapi sekarang bengong, yang rental turun karena tidak memperoleh capital gain, bahkan harga juga mulai jatuh, itu yangbuat KPR sekarang murni untuk kebutuhan, jauh berkurang yang untuk investment," jelas dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Menambah Daya Listrik Berikut Rincian Biayanya

Cara Menambah Daya Listrik Berikut Rincian Biayanya

Whats New
Puncak BBI Berjalan Lancar, Telkom Hadirkan Beragam Dukungan Ekosistem Digital di Flobamora

Puncak BBI Berjalan Lancar, Telkom Hadirkan Beragam Dukungan Ekosistem Digital di Flobamora

Rilis
Riset NielsenIQ: Tingkat Konsumsi Naik, Tren Pemulihan di Tengah Pembatasan Sosial

Riset NielsenIQ: Tingkat Konsumsi Naik, Tren Pemulihan di Tengah Pembatasan Sosial

Whats New
Bank Dunia Rekomendasikan Indonesia Naikkan Tarif Cukai Rokok Untuk Dongkrak Pendapatan Negara

Bank Dunia Rekomendasikan Indonesia Naikkan Tarif Cukai Rokok Untuk Dongkrak Pendapatan Negara

Whats New
Ini Strategi Indonesia Hadapi Isu Transisi Dunia Pendidikan ke Dunia Kerja

Ini Strategi Indonesia Hadapi Isu Transisi Dunia Pendidikan ke Dunia Kerja

Rilis
Program Padat Karya Bidang Jalan dan Jembatan Serap 273.603 Tenaga Kerja

Program Padat Karya Bidang Jalan dan Jembatan Serap 273.603 Tenaga Kerja

Rilis
Tips Berbisnis Bagi Pemula Ala Bos Grab Indonesia

Tips Berbisnis Bagi Pemula Ala Bos Grab Indonesia

Whats New
Prudential Kukuhkan 40 Calon Pengusaha yang Ikut Program Kewirausahaan

Prudential Kukuhkan 40 Calon Pengusaha yang Ikut Program Kewirausahaan

Rilis
 Mata Uang Kripto adalah Uang Digital, Begini Cara Kerjanya

Mata Uang Kripto adalah Uang Digital, Begini Cara Kerjanya

Whats New
Hati-hati, Ini Konflik Pembagian Harta Warisan yang Rawan Terjadi

Hati-hati, Ini Konflik Pembagian Harta Warisan yang Rawan Terjadi

Whats New
Indonesia Jadi Anggota Dewan FAO, Guru Besar IPB: Bisa Bantu Perbaikan Data Pertanian

Indonesia Jadi Anggota Dewan FAO, Guru Besar IPB: Bisa Bantu Perbaikan Data Pertanian

Rilis
Demi Mobil Listrik, Luhut Resmikan Smelter Nikel Senilai Rp 14 Triliun di Pulau Obi

Demi Mobil Listrik, Luhut Resmikan Smelter Nikel Senilai Rp 14 Triliun di Pulau Obi

Whats New
Kasus Covid Melonjak, Konvensi Luar Biasa Kadin Tak Mendapat Izin

Kasus Covid Melonjak, Konvensi Luar Biasa Kadin Tak Mendapat Izin

Whats New
Usia Perusahaan Masih Muda, DANA Belum Mau IPO

Usia Perusahaan Masih Muda, DANA Belum Mau IPO

Whats New
Lima Upaya Kemenaker Hapus Bentuk-bentuk Pekerja Anak

Lima Upaya Kemenaker Hapus Bentuk-bentuk Pekerja Anak

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X