Kompas.com - 29/10/2019, 13:12 WIB
Gerai Sushi Tei di Plaza Senayan Jakarta, Selasa (29/10/2019). KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYAGerai Sushi Tei di Plaza Senayan Jakarta, Selasa (29/10/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sushi Tei Pte Ltd (Singapura) dan PT Sushi Tei Indonesia (STI) bakal melangsungkan sidang kasus Sushi Tei dengan Mantan Presdirnya, Kusnadi Rahardja di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat esok hari, Rabu (30/10/2019).

Agenda sidang kali ini adalah penyampaian bukti-bukti dari pihak penggugat, yakni Sushi Tei Pte Ltd (Singapura) dan PT Sushi Tei Indonesia (STI) kepada pihak tergugat, Kusnadi Rahardja.

"Perkara Sushi Tei ini lanjut dengan agenda berikutnya dengan penyampaian bukti-bukti tanggal 30 Oktober 2019," kata kuasa hukum PT Sushi Tei Indonesia, James Purba di Jakarta, Selasa (29/10/2019).

James pun membeberkan sejumlah bukti yang akan diajukannya kepada Pengadilan Niaga Jakarta Pusat esok hari. Salah satunya ada pernyataan di website perusahaan milik Kusnadi, Boga Group.

Baca juga : Kuasa Hukum Dirut Sushi Tei Sebut Punya Bukti dan Saksi Kuat

Beberapa pencapaian Sushi Tei dan ekspansi Sushi Tei ke Palembang disebutkan di dalam website Boga Group, disatukan dengan pencapaian lain dari merek-merek Boga Group. Artinya, secara tidak langsung Sushi Tei dianggap sebagai merek Boga Group.

"Apalagi posisi dia saat itu Presiden Direktur Sushi Tei, pegang saham Sushi Tei 24 persen. Dan di waktu bersamaan dia punta usaha yang mirip. Jadi seolah-olah dia yang punya," ucap James.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tidak sampai situ, James juga membeberkan bukti-bukti lainnya, seperti kartu nama Kusnadi Rahardja untuk Boga Group yang beralamat sama dengan kantor Sushi Tei. Dalam kartu tersebut juga disebutkan, Sushi Tei sebagai bagian dari Boga Group.

"Selain itu, ditemukan juga pihak tergugat (Kusnadi) melakukan wawancara dengan berbagai media selama ini. Dia menyebutkan pencapaian Sushi Tei sebagai bagian dari pencapaian Boga Group," ujar James.

Hal tersebut, kata James, sangat merugikan pihak Sushi Tei. Kerugian pun dikategorikan menjadi 3 macam dengan total 250 juta dollar AS.

"Ada kerugian investasi 100 juta dollar AS, kerugian kehilangan keuntungan 50 juta dollar AS, dan kerugian menggunakan popularitas orang lain untuk keuntungan sendiri 100 juta dollar AS, totalnya 250 juta dollar AS," pungkas dia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.