Pola Konsumsi Masyarakat Bergeser, dari Makanan-Minuman ke Transportasi dan Komunikasi

Kompas.com - 29/10/2019, 13:26 WIB
Ratusan driver yang tergabung dalam Komunitas Driver Ojol Aceh (DOA) melakukan aksi demonstrasi ke Kantor DPRA dan Kantor Gubernur Aceh, Selasa (3/9/2019). Aksi tersebut digelar dalam rangka memprotes kebijakan pemotongan bonus driver ojek online 50 persen dari sebelumnya oleh PT Gojek Indonesia, serta meminta Pemerintah Aceh dan DPRA untuk ikut memperjuangkan bonus tetap Rp 80 ribu per hari seperti sebelumnya. KOMPAS.com/RAJA UMARRatusan driver yang tergabung dalam Komunitas Driver Ojol Aceh (DOA) melakukan aksi demonstrasi ke Kantor DPRA dan Kantor Gubernur Aceh, Selasa (3/9/2019). Aksi tersebut digelar dalam rangka memprotes kebijakan pemotongan bonus driver ojek online 50 persen dari sebelumnya oleh PT Gojek Indonesia, serta meminta Pemerintah Aceh dan DPRA untuk ikut memperjuangkan bonus tetap Rp 80 ribu per hari seperti sebelumnya.

JAKARTA, KOMPAS.com – Kemudahan yang ditawarkan teknologi digital ternyata mempengaruhi pola konsumsi masyarakat di Indonesia.

Kehadiran aplikasi ojek online turut berperan dalam pergeseran pola ini. Jika pada kuartal IV 2017 tren konsumsi makanan dan minuman jadi yang terbesar, pada kuartal IV 2018 bergeser ke sektor transportasi dan komunikasi.

Diketahui, selain moda transportasi, aplikasi ojek online juga memungkinkan penggunanya memesan makanan tanpa harus datang ke tempat makan yang dituju.

Dikutip dari Siaran pers DBS, Selasa (29/10/2019), survei DBS Asian Insights menunjukkan bahwa perkuartal IV 2018, konsumsi masyarakat mengandalkan platform digital paling besar untuk jasa transportasi dan komunikasi.

Pertumbuhannya sebesar 6,14 persen. Pada kuartai IV tahun sebelumnya, sektor ini tumbuh 5,4 persen.

Baca juga : THR PNS Cair, Menkeu Berharap Konsumsi Masyarakat Terdongkrak

Sementara untuk sektor makanan dan minuman, pada kuartal IV 2017, pertumbuhannya sebesar 5,36 persen.

Berbeda dengan sektor transportasi dan komunikasi, pertumbuhan konsumsi makanan dan minuman di kuartal IV 2018 justru mengalami penurunan menjadi 4,81 persen.

Selain kedua sektor tersebut, perkembangan teknologi digital juga menunjang pertumbuhan okupansi hotel dan restoran.

Aplikasi pemesanan hotel dan restoran juga semakin berkembang. Tak perlu datang ke tempat, cukup memesan melalui aplikasi dari gadget Anda.

Pada kuartal IV 2017, pertumbuhan sektor tersebut sebesar 5,32 persen. Sementara pada kuartal IV tahun berikutnya, tumbuh menjadi 5,85 persen.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X