Boeing Dituduh Pentingkan Untung Ketimbang Keselamatan

Kompas.com - 30/10/2019, 17:51 WIB
Pesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 saat terbang untuk pertama kalinya di Renton, Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru dan populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui. AFP PHOTO/GETTY IMAGES/STEPHEN BRASHEARPesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 saat terbang untuk pertama kalinya di Renton, Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru dan populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui.

WASHINGTON, KOMPAS.com - Parlemen AS menuduh pabrikan pesawat Boeing terlibat dalam 'pola pengabaian yang disengaja' ketika meminta persetujuan agar pesawat Boeing 737 MAX dapat terbang.

Dilansir dari BBC, Rabu (30/10/2019), tuduhan tersebut dilontarkan ketika CEO Boeing Dennis Muilenberg diinterogasi oleh Komite Perdagangan Senat AS.

Para anggota Senat menyatakan mereka memiliki kekhawatiran serius bahwa Boeing lebih mementingkan laba ketimbang keselamatan, lantaran buru-buru meminta persetujuan atas 737 MAX 8.

Dua pesawat Boeing 737 MAX 8 jatuh dan menewaskan total 346 orang. Muilenberg menyatakan Boeing telah membuat kesalahan.

"Kami semua belajar dari dua kecelakaan tersebut dan mengidentifikasi perubahan-perubahan yang perlu dilakukan," ujar Muilenberg.

Baca juga: CEO Boeing soal 737 MAX: Kami Tahu Telah Melakukan Kesalahan...

Pada Oktober 2018, pesawat Boeing737 MAX 8 yang dioperasikan Lion Air jatuh. Kejadian itu menewaskan 189 orang.

Berselang lima bulan, pesawat jenis sama yang dioperasikan Ethiopian Airlines jatuh dan menewaskan 157 orang. Peristiwa itu terjadi setelah terbit larangan terbang atas pesawat Boeing 737 MAX.

Para anggota Senat menuduh Boeing menyadari permasalahan pada sistem kontrol otomatis (MCAS) di pesawat Boeing 737 MAX 8. MCAS diidentifikasi sebagai faktor penyebab dalam dua kecelakaan naas tersebut.

Senator Richard Blumenthal menyatakan Boeing telah buru-buru dalam proses pengajuan izin dan terlibat dalam pola pengabaian yang disengaja.

Menurut Blumenthal, pilot-pilot telah salah memahami MCAS dan akibatnya Boeing menciptakan 'peti mati terbang.'

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber BBC
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X