Catat, Begini Caranya Temukan Calon Karyawan Potensial untuk Perusahaan

Kompas.com - 31/10/2019, 07:08 WIB
Ilustrasi wawancara kerja MangoStar_StudioIlustrasi wawancara kerja

JAKARTA, KOMPAS.com - Bisa dibilang, merekrut kandidat berpotensi susah-susah gampang. Sebab, manajer perekrutan di Indonesia masih belum mengenali betul bagaimana caranya mengukur potensi calon karyawan.

Survei terbaru Robert Walters Indonesia menemukan, 42 persen manager perekrutan di wilayah Asia Tenggara masih enggan mengembangkan strategi perekrutan karena masalah kurangnya pengetahuan terhadap cara menilai potensi seseorang.

"Alasan ini juga menjadi alasan utama manajer rekrutmen tidak mempekerjakan karyawan profesional berdasarkan potensinya," ujar Country Manajer Robert Walters Indonesia Eric Mary di Jakarta, Rabu (30/10/2019).

Baca juga : Dipecat? Begini Cara Menjelaskannya Saat Wawancara Kerja

Di sisi lain, merekrut kandidat potensial sangat penting bagi pertumbuhan perusahaan. 94 persen dari manajer perekrutan di Asia Tenggara mengakui, karyawan yang dipekerjakan berdasarkan potensi telah menjadi karyawan berkualitas di perusahaan.

Lalu bagaimana cara mulai merekrut kandidat potensial? Untuk itu, simak tips cara merekrut kandidat potensial berdasarkan pengalaman para responden survei yang telah sukses merekrut mereka.

1. Pastikan Deskripsi Pekerjaan Realistis

Sebelum merekrut, Anda harus bisa memastikan deskripsi pekerjaan yang Anda cantumkan di lowongan kerja serealistis mungkin.

"Sebelum mengiklankan suatu posisi, penting untuk memahami apa yang tersedia di pasar," kata Eric.

Untuk memahami kandidat yang tersedia, Ada bisa mencarinya di saluran sosial seperti Linkedin bahkan berbicara dengan konsultan perekrutan.

"Hal tersebut akan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang perkiraan kumpulan bakat, keterampilan yang tersedia, dan gaji yang diminta kandidat," ujar Eric.

2. Bedakan Apa kriteria yang "Harus Dimiliki" dan yang "Bagus Dimiliki"

Selain memastikan deskripsi pekerjaan serealistis mungkin, Anda juga harus membedakan kriteria menjadi 2 hal, yakni mana yang harus dimiliki kandidat (must to have) dan mana yang menjadi persyaratan sekunder (nice to have).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apakah Diperbolehkan Daftar Sekolah Kedinasan dan Ikut Tes CPNS/PPPK?

Apakah Diperbolehkan Daftar Sekolah Kedinasan dan Ikut Tes CPNS/PPPK?

Work Smart
Jalin Kerja Sama dengan JPEN, PGN Berusaha Dorong Daya Saing Industri Jateng

Jalin Kerja Sama dengan JPEN, PGN Berusaha Dorong Daya Saing Industri Jateng

Rilis
Kemenperin Targetkan Industri Farmasi Tumbuh Double Digit pada 2021

Kemenperin Targetkan Industri Farmasi Tumbuh Double Digit pada 2021

Whats New
Permintaan Kredit Terus Tumbuh, Ini Indikatornya

Permintaan Kredit Terus Tumbuh, Ini Indikatornya

Whats New
[TREN TEKNOLOGI KOMPASIANA] Beda Nasib LG dan Samsung | Belajar dari Italia Melestarikan Ekosistem Lingkungan

[TREN TEKNOLOGI KOMPASIANA] Beda Nasib LG dan Samsung | Belajar dari Italia Melestarikan Ekosistem Lingkungan

Rilis
Sandiaga Uno Targetkan Bali Bisa Dikunjungi Wisman Pada Tahun Ini

Sandiaga Uno Targetkan Bali Bisa Dikunjungi Wisman Pada Tahun Ini

Whats New
Aset TMII Capai Rp 20,5 Triliun, Kemenkeu: Baru Tanahnya Saja

Aset TMII Capai Rp 20,5 Triliun, Kemenkeu: Baru Tanahnya Saja

Whats New
Masih Calon Pulau, KKP Cek Lebih Lanjut Kemunculan Pulau Baru Usai Badai Seroja

Masih Calon Pulau, KKP Cek Lebih Lanjut Kemunculan Pulau Baru Usai Badai Seroja

Whats New
[TREN WORKLIFE KOMPASIANA] 4 Alasan Perempuan di Desa Memilih Tandur sebagai Profesi | 'Power of Resilience' adalah Kunci

[TREN WORKLIFE KOMPASIANA] 4 Alasan Perempuan di Desa Memilih Tandur sebagai Profesi | "Power of Resilience" adalah Kunci

Rilis
Bernie Madoff, Penjahat Skema Ponzi Terbesar yang Meninggal di Penjara

Bernie Madoff, Penjahat Skema Ponzi Terbesar yang Meninggal di Penjara

Whats New
Ramadhan, Mendag Lutfi: Harga Bahan Pokok Stabil!

Ramadhan, Mendag Lutfi: Harga Bahan Pokok Stabil!

Whats New
Ada Reshuffle Kabinet, Siapa yang Bakal Jadi Menteri Investasi?

Ada Reshuffle Kabinet, Siapa yang Bakal Jadi Menteri Investasi?

Whats New
Akhiri Pekan, IHSG dan Rupiah Ditutup Menguat

Akhiri Pekan, IHSG dan Rupiah Ditutup Menguat

Whats New
Kemenkeu Ungkap TMII Tak Pernah Bayar PNBP, Bukan Pajak

Kemenkeu Ungkap TMII Tak Pernah Bayar PNBP, Bukan Pajak

Whats New
[TREN EDUKASI KOMPASIANA] PR Orangtua Mengenal Potensi Anak Sejak Dini | Edukasi ala Mangunwijaya

[TREN EDUKASI KOMPASIANA] PR Orangtua Mengenal Potensi Anak Sejak Dini | Edukasi ala Mangunwijaya

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X