Menhub Ajak Maskapai Bantu Pemerintah Kembangkan 5 Bali Baru

Kompas.com - 31/10/2019, 13:00 WIB
Mantan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi tiba Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta, Selasa (22/10/2019). ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/hp ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO AMantan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi tiba Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta, Selasa (22/10/2019). ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/hp

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan ( Menhub) Budi Karya Sumadi meminta kepada Asosiasi Maskapai Penebangan Indonesia (INACA) ikut membantu pemerintah dalam mengembangkan pariwisata di 5 Bali Baru.

Adapun destinasi wisata 5 Bali Baru yang telah ditentukan pemerintah adalah Danau Toba, Mandalika, Labuan Bajo, Manado, dan Candi Borobudur.

“Kita menginginkan partisipasi INACA untuk mengoperasikan penerbangan yang berjadwal maupun tidak berjadwal, karena pariwisata sekarang masih nomor dua dan akan menjadi nomor satu,” ujar Budi di Jakarta, Kamis (31/10/2019).

Mantan Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) ini meyakini, apabila lima destinasi wisata super prioritas itu bisa berkembang dapat menghasilkan devisa yang banyak.

“Alangkah indahnya kalau kita miliki 6 Bali dan itu menghasilkan turis yang banyak dan devisa yang banyak,” kata Budi.

Baca juga: Dukung 5 Bali Baru, Ini yang Dilakukan Airy

Kendati begitu, Budi mengaku akan memetakan rute-rute mana saja yang perlu ditingkatkan intensitas penerbangannya.

Hal itu dilakukan agar kebijakan yang diambil tepat sasaran.

“Saya pikir kami akan petakan di mana prioritas. Kami juga tidak mau banyak menyebar, mengeluarkan uang yang tidak guna,” ucap dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X