Konsumen China Enggan Beli Produk AS Saat Pesta Belanja Singles' Day

Kompas.com - 31/10/2019, 14:10 WIB
Sebuah layar menampilkan penghitungan nilai transaksi Alibaba alam ajang Hari Jomblo 2017 di China. @AlibabaGroup/ TwitterSebuah layar menampilkan penghitungan nilai transaksi Alibaba alam ajang Hari Jomblo 2017 di China.

SHANGHAI, KOMPAS.com - Pesta belanja online terbesar di dunia, yakni Singles' Day pada 11 November akan segera hadir kembali.

Namun, ternyata pada ajang pesta belanja online 11.11 tahun ini, konsumen di China enggan membeli produk asal AS. Mereka mengaku lebih memilih untuk membeli produk lokal.

Mengapa demikian?

Dilansir dari South China Morning Post, Kamis (31/10/2019), berdasarkan survei terbaru yang dilakukan AlixPartners, sebanyak 78 persen konsumen China mengatakan mereka enggan membeli produk Amerika dan lebih memilih produk asli China.

Lebih dari separuhnya mengatakan alasan utamanya adalah patriotisme. Survei tersebut melibatkan 2.000 responden dewasa di China.

Baca juga: Saat Festival Belanja Singles Day Alibaba Pikat Konsumen 230 Negara

Survei dilakukan selama periode 2-7 Oktober 2019 lalu. Hasil survei ini mencerminkan bagaimana perang dagang AS-China yang telah berlarut-larut akhirnya merambat ke industri ritel dan mengubah perilaku belanja konsumen di China.

"Konsumen-konsumen di China lebih memilih merek-merek lokal dan peningkatan rasa pro China dalam beberapa tahun terakhir mendorong ini lebih jauh," kata Direktur AlixPartner Jason Ong.

"Merek-merek lokal telah berkembang di China, bukan lagi merek-merek dengan produk, desain, dan kualitas yang buruk atau pemasarannya lemah," imbuh Ong.

Pesta belanja online 11.11 atau Singles' Day digelar oleh platform belanja online Taobao, Tmall, dan AliExpress milik Alibaba Group Holding. Festival belanja online ini berlangsung selama 24 jam penuh.

Baca juga: Sejarah Festival Belanja Singles Day yang Bikin Alibaba Raup Ratusan Triliun Rupiah

Dalam perkembangannya, Singles' Day menjadi festival belanja online terbesar di dunia, mengalahkan Black Friday, Prime Day, atau Cyber Monday yang digelar Amazon.

Pada tahun 2018 lalu, transaksi belanja pada Singles' Day menembus rekor 30 miliar dollar AS. Ini merupakan rekor tertinggi sejak ajang tersebut dimulai pada tahun 2009 silam.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X