Sri Mulyani ke Dirjen Pajak Baru: Tugas Anda Sangat Berat...

Kompas.com - 01/11/2019, 11:37 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani bersiap mengikuti foto bersama seusai pelantikan menteri Kabinet Indonesia Maju di Beranda Halaman Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/10/2019). ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/foc. ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO AMenteri Keuangan Sri Mulyani bersiap mengikuti foto bersama seusai pelantikan menteri Kabinet Indonesia Maju di Beranda Halaman Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/10/2019). ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/foc.
Penulis Mutia Fauzia
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan pesan kepada Suryo Utomo yang baru saja dilantik sebagai Direktur Jenderal Pajak hari ini, Jumat (1/11/2019).

 

Dalam sambutannya, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu mengatakan bahwa tanggung jawab yang diemban oleh Suryo sangatlah berat. 

"Saya tidak memilih kata tidak ringan karena tapi sangat berat, karena 70 persen penerimaan APBN kita untuk mendukung seluruh aktifitas RI dari Direktorat Jenderal Pajak," ujar dia.

Baca juga: Sri Mulyani Lantik Suryo Utomo Jadi Dirjen Pajak

Perempuan yang akrab disapa Ani itu mengatakan, Suryo diharapkan mampu meneruskan reformasi fundamental di dalam Direktorat Jenderal Pajak yang sebelumnya sudah dilakukan di bawah kepemimpinan Robert Pakpahan.

Suryo juga diharapkan mampu menyelesaikan pembentukan core tax system agar kinerja Ditjen Pajak bisa lebih cepat dan efisien.

Selain itu, Suryo juga diharapkan mampu menjaga momentum penerimaan negara.

"Ini titipan langsung Bapak Presiden kepada Pak Suryo melalui saya agar Dirjen Pajak mampu menjaga momentum penerimaan negara namun tidak boleh merusak iklim bisnis dan investasi. Ini tujuan yang berat dan tidak mudah," ujar Sri Mulyani.

Baca juga: Ini Profil Dirjen Pajak Suryo Utomo

Tak hanya dari segi sistem perpajakan, Suryo juga harus melanjnutkan reformasi sumber daya manusia (SDM) di lingkungan Ditjen Pajak. Perbaikan kompetensi tidak hanya di tingkat dirjen dan direktur saja, namun juga di jajaran pelaksana hingga pemeriksa.

"Kita perlu terus menata organisasi Direktorat Jenderal Pajak dan mengelola data yang begitu kaya dari dalam sendiri maupun yang diperoleh melalui automatic exchange of information (AEoI) dari akses informasi serta dari seluruh pembayar pajak di Indonesia. Dalam organisasi dan tata kelola Direktorat Jenderal Pajak kita mampu untuk makin mengelola dan memanfaatkan data itu sehingga mampu memberikan kepastian kepada masyarakat," tukas Sri Mulyani.

Baca juga: CEO Tokopedia Bantah Anggapan Pelaku e-Commerce Tak Bayar Pajak

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X