Elon Musk Sebut Berlibur Akan Membunuhmu, Mengapa?

Kompas.com - 04/11/2019, 09:09 WIB
CEO Tesla Elon Musk Business InsiderCEO Tesla Elon Musk

JAKARTA, KOMPAS.com - Elon Musk adalah seorang miliarder yang telah sukses menjual bisnis startup internet miliknya, Zip2 ke Compaq seharga 300 juta dollar AS pada tahun 1999.

Hal tersebut membuatnya menjadi seorang jutawan di akhir tahun 1990-an. Setelah menjual perusahaan, dia memulai X.com yang akhirnya menjadi PayPal.

Tahun 2002, eBay membeli PayPal seharga 1,5 miliar dollar AS.

Kendati dia memiliki banyak kesuksesan, dia tidak pernah memiliki banyak waktu untuk istirahat. Bahkan dia bilang, beristirahat atau sekedar menghabiskan waktu untuk liburan akan membunuhmu.

Mengapa dia enggan berlibur padahal semua orang menginginkannya?

Dikutip CNBC, Senin (4/11/2019) Musk mengatakan karena untuk berhasil membangun start-up, dia harus bekerja lebih dari 100 jam seminggu.

Baca juga : Elon Musk Jadi Tokoh Paling Inspiratif di Dunia Teknologi

Waktu itu tidak banyak berubah meski kini dia telah sukses. Pada tahun 2018, misalnya, dia pernah tidur di lantai pabrik Tesla dalam upaya mengejar ketertinggalan produksi mobil Model 3.

"Sebagai seorang CEO, saya tidak punya waktu luang untuk pulang dan mandi," kata Elon Musk dikutip CNBC, Senin (4/11/2019).

Bahkan dia terheran-heran bila ada perusahaan yang membiarkan bawahannya kesulitan mengejar sebuah proyek, sementara CEO-nya asik berlibur atau terlihat seperti berlibur.

"Saya tidak percaya orang harus mengalami kesulitan sementara CEO seperti sedang liburan," ucap dia lagi.

Selain tidak berlibur karena bekerja sepanjang waktu, Musk memiliki pengalaman buruk ketika berlibur.

"Dalam 12 tahun terakhir, saya hanya mencoba mengambil cuti seminggu 2 kali. Pertama kali saya libur seminggu, roket Orbital Sciences meledak dan roket Virgin Galactic Richard Branson meledak di minggu yang sama," kata Musk.

"Kedua kalinya saya libur seminggu, roket saya meledak. Pelajarannya di sini adalah, jangan libur seminggu," imbuhnya lagi.

Bahkan sebelum kejadian itu, Musk pernah trauma dengan berlibur saat berlibur bersama istrinya pada September tahun 2000. Pada saat itu, dia adalah CEO X.com dan eksekutif perusahaan tersebut tidak senang dengan kepemimpinannya.

Ketika Musk berada di pesawat bersama Justine, para eksekutif mengirim surat tidak percaya kepada dewan perusahaan, mendorong Musk keluar sebagai CEO, dan menggantikannya dengan Peter Thiel.

Ketika ia tiba untuk berlibur di Sydney, Australia, Musk akhirnya harus segera terbang kembali ke Palo Alto, California.

Mungkin pengalaman berlibur yang paling traumatis bagi dirinya adalah ketika dia dan istrinya kembali berlibur di bulan Desember. Musk merencanakan perjalanan dua minggu ke Brasil dan Afrika Selatan.

Sementara di Afrika Selatan, Musk mengidap malaria yang paling parah. Setelah dua rumah sakit salah mendiagnosis dia, dia nyaris meninggal.

Kendati demikian, dia telah berlibur setidaknya dua kali, termasuk ke Chili dan ke Australia.

"Itu yang saya ambil pelajaran dari berlibur. Liburan akan membunuhmu," ungkapnya.



Sumber CNBC
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X