Ada Bukti Baru, SAN Finance Lanjutkan Gugatan ke BTN

Kompas.com - 04/11/2019, 12:31 WIB
Legal, Corporate Secretary & Compliance Department Head Davin Susanto (kanan) saat menjelaskan kronologi hilangnya dana SAN Finance di BBTN, di Menara FIF, Jakarta, Senin (4/11/2019). KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYALegal, Corporate Secretary & Compliance Department Head Davin Susanto (kanan) saat menjelaskan kronologi hilangnya dana SAN Finance di BBTN, di Menara FIF, Jakarta, Senin (4/11/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Surya Artha Nusantara Finance ( SAN Finance) telah mengajukan Upaya Hukum Peninjauan Kembali atas Putusan Kasasi Mahkamah Agung soal dananya yang hilang di PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

Dana sebesar Rp 110 miliar milik SAN Finance masih belum kembali akibat kasus pembobolan oknum internal bank pelat merah tersebut.

"Kami ajukan kembali atas hilangnya dana kami Rp 110 miliar. Karena dana itu keluar dari rekening kami di BTN tanpa persetujuan," kata Legal, Corporate Secretary & Compliance Department Head Davin Susanto di Menara FIF, Jakarta, Senin (4/11/2019).

Davin menuturkan, pengajuan Peninjauan Kembali atas Putusan Kasasi MA dilakukan karena SAN Finance telah menemukan bukti baru.

Baca juga: Gugatan Hak Cipta terhadap Bank Sampoerna, Ini Putusan Majelis Hakim

Bukti baru tersebut berupa Putusan Pidana atas nama terdakwa Bambang Soeparno yang terbukti menggelapkan dana di kantor kas pusat BTN tempat SAN Finance menaruh uangnya, yakni Kantor Kas BTN di Cikeas.

Pria tersebut merupakan Kepala Kantor Kas BTN di Cikeas.

Bukti baru ini memperkuat gugatan atas hilangnya dana. Sebab, MA sempat menolak kasasi SAN Finance karena belum ada putusan pidana berkekuatan hukum tetap yang dijadikan landasan peristiwa kebobolan dana tersebut.

"Setelah kita telaah penolakan itu, ternyata sudah ada putusan pidana yang berkekuatan hukum tetap, yaitu Putusan Pidana atas Kepala Kantor Kas BTN di Cikeas. Bukti itu juga belum pernah diajukan sebelumnya," kata Davin.

Davin berharap, pengajuan ini bisa ditinjau kembali oleh Mahkamah Agung sehingga dana pokok beserta kerugian Immateril dan bunga dengan total Rp 160 miliar bisa kembali kepada SAN Finance.

Baca juga: Eiger Menangkan Gugatan atas Merk Kaos Kaki dan Ikat Pinggang

"Kami berharap bisa di re-look putusan kasasi yang dikeluarkan oleh Mahkamah Agung. Dan semoga upaya kami bisa diputus dengan objektif. Sekarang menunggu saja prosesnya," ujar Davin.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X