Desain Baru Pelabuhan Benoa, Kapal Pesiar Bisa Leluasa Bersandar

Kompas.com - 04/11/2019, 18:56 WIB
Kapal pesiar Explorer Dream bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (15/10/2019). KOMPAS.COM/JIMMY RAMADHAN AZHARIKapal pesiar Explorer Dream bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (15/10/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengembangan dan penataan Pelabuhan Benoa kini memasuki fase baru. Nantinya, pelabuhan tersebut akan dikelola sebagian besar sebagai hutan kota, dan sebagian lagi digunakan untuk terminal energi, industri perikanan, dan instalasi pengelolaan air limbah.

“Dengan adanya pengembangan kawasan industri perikanan dan pengolahan ikan di Benoa, industri perikanan dan nelayan setempat dapat memanfaatkan fasilitas yang ada sehingga ekspor tuna dapat ditingkatkan lebih maksimal." ujar Direktur Utama Pelindo III Doso Agung dalam keterangan tertulisnya, Senin (4/11/2019).

"Nanti yang fresh bisa langsung dikirimkan melalui Bandara Ngurah Rai, sedangkan yang beku bisa dikirim melalui Pelabuhan Benoa," sambungnya.

Baca juga: Jadi CEO Terbaik Dunia, Siapa Jensen Huang?

Doso menjelaskan, apabila dermaga Pelabuhan Benoa nanti telah jadi, kapal-kapal cruise yang bersandar di sana dapat dikelola secara lebih profesional, dan dapat didorong untuk menikmati wisata di luar kapal.

“Rata-rata kapal cruise itu bersandar antara 6 hingga 8 jam, sehingga dengan pengelolaan yang profesional, mulai dari upacara penyambutan, atraksi, transportasi ke tempat-tempat wisata menarik dan sentra suvenir di luar pelabuhan, mereka dapat menggerakkan industri pariwisata,” kata Doso.

“Selama ini, kapal-kapal tersebut tidak dapat sandar dan wisatawan harus diangkut dengan kapal-kapal yang lebih kecil. Itu membuat mereka juga enggan turun ke darat menikmati indahnya Bali," sambungnya.

Baca juga: KKP Percepat Pembahasan Perpres Teluk Benoa

Selain potensi pariwisata, menurut Doso, penyediaan logistik untuk kebutuhan kapal juga menjadi peluang bisnis yang sangat besar. Hal itu dapat dimanfaatkan oleh para pengusaha dan masyarakat di Bali.

“Kita bisa bayangkan, setiap kapal itu rata-rata mengangkut sekitar 2.000 wisatawan dan 1.500 kru. Selama ini kebutuhan logistik itu mereka cukupi di luar negeri, terutama Singapura. Daging, sayur mayur, buah-buahan, sampai dengan air bersih, disuplai dari Singapura,” ucap dia.

Menurut Doso, potensi tersebut dapat nantinya dapat diambil oleh Bali, karena Pelindo III membangun cold storage raksasa, yang sebagian dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut, selain untuk memenuhi kebutuhan industri perikanan setempat.

“Apalagi, kami sudah mendapatkan informasi bahwa saat ini sedang dibangun kapal pesiar raksasa yang berukuran panjang 320 meter dengan 20 dek tingkat yang mampu mengangkut kurang lebih 4.000 wisatawan. Nantinya kapal semacam ini juga dapat bersandar di Pelabuhan Benoa," ujar Doso.

Baca juga: Return Tinggi Modal Kecil, Investasi Bitcoin Direkomendasikan untuk Milenial

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X