KILAS

Dampak Ekonomi Digital, Grab Berkontribusi sampai Rp 8,9 triliun untuk Surabaya

Kompas.com - 04/11/2019, 19:44 WIB
Ilustrasi penggunaan smartphone sebagai salah satu pemberi dampak keberlangsungan ekonomi digital. ShutterstockIlustrasi penggunaan smartphone sebagai salah satu pemberi dampak keberlangsungan ekonomi digital.
|

KOMPAS.com - Centre for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics melaksanakan riset menghitung dampak kehadiran ekonomi digital bagi masyarakat.

Dalam survei tersebut, Grab sebagai salah satu penggerak ekonomi digital dijadikan sebagai studi kasus.

Jika sebelumnya, Kompas.com, Kamis (24/10/2019) membagikan hasil dari penelitian bahwa Bandung mendapatkan kontribusi sebesar 10,1 triliun, kini dari rilis yang diterima Kompas.com, Senin (4/11/2019), Surabaya juga mendapatkan dampak penerimaan yang juga besar, yakni sampai Rp 8,9 triliun.

Studi tersebut masih merujuk data yang sama, yakni seberapa besar dampak kehadiran ekonomi digital bagi masyarakat, baik sebagai produsen maupun konsumen.

Dampak ekonomi digital yang positif adalah komitmen Grab for Good yang diperkenalkan Grab pada September 2019. Grab ingin memberdayakan lebih banyak masyarakat Asia Tenggara untuk menjangkau sejumlah akses krusial ke teknologi, peningkatan keterampilan, dan layanan digital yang bagi sebagian orang merupakan kesempatan pertama kalinya.

Hal ini akan mendorong mereka untuk menjadi bagian dari ekonomi digital yang tengah tumbuh dengan pesat dan memberikan mereka lebih banyak pilihan serta kesempatan untuk memiliki kehidupan yang lebih baik.

Seberapa besar dampak untuk Surabaya

Riset pertama yang dilakukan pada periode November - Desember 2018 oleh CSIS dan Tenggara Strategics menghitung kontribusi kehadiran Grab bagi masyarakat yang berperan sebagai produsen atau penyedia jasa ekonomi digital.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam konteks ekosistem Grab, mereka adalah mitra pengemudi GrabCar, GrabBike, merchant (restoran, kafe, atau warung) GrabFood, dan agen GrabKios—yang sebelumnya bernama Kudo.

Dari survei yang dilakukan di lima kota besar di Indonesia, yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Makassar, dan Medan, dapat diestimasi kehadiran Grab telah memberi kontribusi kepada ekonomi nasional itu didapat salah satunya melalui penciptaan lapangan tenaga kerja.

Ilustrasi GrabBikeDok. Grab Ilustrasi GrabBike

 

Dari data terlihat bahwa 32 persen mitra GrabBike dan 24 persen mitra GrabCar sebelumnya tidak memiliki pendapatan tetap.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.