Kemenlu Janji Bantu Produk Unggulan NTT Penetrasi ke Pasar Global

Kompas.com - 05/11/2019, 12:41 WIB
Petani sedang memanin kopi Dok. Humas Kementerian Pertanian RIPetani sedang memanin kopi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Luar Negeri ( Kemenlu) menjanjikan bantuan penetrasi pasar bagi produk-produk unggulan asal Nusa Tenggara Timur ( NTT).

Hal itu disampaikan setelah Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika, Kemenlu, melakukan pertemuan dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) guna membahas isu - isu seputar diplomasi ekonomi pada Senin (4/11/2019).

"Kemlu siap membantu memfasilitasi Pemprov NTT dalam hal penetrasi pasar dan promosi produk unggulan NTT kepada target market melalui berbagai pameran perdagangan," seperti dikutip dari siaren pers Kemenlu, Jakarta, Selasa (5/11/2019).

"Serta melalui Perwakilan Indonesia di seluruh dunia. Pasar di Kawasan Aspasaf sangat potensial dan terbuka bagi produk unggulan NTT," sambung Kemenlu.

Baca juga: AS Beri Perlakuan Khusus untuk 5 Produk Ekspor Indonesia, Apa Saja?

Sekertaris Ditjen Asia Pasifik dan Afrika, Rossy Verona menyampaikan agar suatu produk layak diekspor, maka harus memenuhi standar dan aturan perdagangan internasional seperti standar kesehatan, keamanan, keselamatan, penggunaan bahasa Inggris dalam packaging.

Untuk meningkatkan daya saing NTT, juga perlu dipastikan agar pengolahan produk ramah lingkungan dan tidak menggunakan tenaga kerja di bawah umur. Jufa perlunya penyusunan narasi yang membedakan produk unggulan NTT dengan yang lain.

Sementara itu, Pemprov NTT menanggapi positif itikad baik Kemlu RI dan menyampikan kesediaan untuk terus mendorong pengembangan UMKM serta lebih giat dalam melakukan promosi.

Pemprov saat ini tengah mencanangkan program Masyarakat Ekonomi NTT sebagai salah satu upaya menciptakan NTT sebagai provinsi eksportir layaknya Jawa Timur dan Bali.

Baca juga: Bill Gates Ungkap Ketakutan Terbesarnya, Apa Itu?

Saat ini NTT memiliki sejumlah produk unggulan yang sudah diekspor ke berbagai negara seperti kopi, cokelat, garam, jambu mete, rumput laut, perikanan, dan tenun ikat. Produk - produk ini telah diekspor ke Tiongkok, Argentina, Jepang, Australia, Timor Leste, Singapura, Malaysia, Korsel, dan beberapa negara di Eropa. Selain itu, komoditi unggulan lain yakni daun kelor juga akan diekspor ke Jepang setelah seluruh perizinan ekspor telah rampung.

Kepala Kantor Pemasaran LPEI Denpasar, Muhammad Tito Septiarto, menyampaikan kesediaan LPEI untuk mendorong peningkatan ekspor produk unggulan NTT.

Tito ini menyebutkan bahwa pihaknya siap membantu pembiayaan dan jasa konsultasi ekspor, serta program capacity building kepada para pelaku UMKM di wilayah NTT. Pembiayaan yang akan diberikan adalah dalam bentuk Kredit Udaha Rakyat Berorientasi Ekspor.

Baca juga: Anak Muda Ingin Memulai Bisnis, Lakukan 7 Hal Ini

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X