BKPM Klaim Ada 59 Perusahaan Asal China akan Merelokasi Pabrik ke Jateng

Kompas.com - 05/11/2019, 14:47 WIB
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia saat memaparkan realisasi investasi kuartal III 2019 di Jakarta, Kamis (31/10/2019) KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYAKepala BKPM Bahlil Lahadalia saat memaparkan realisasi investasi kuartal III 2019 di Jakarta, Kamis (31/10/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Puluhan perusahaan asal China akan merelokasi pabriknya ke kawasan Jawa Tengah. Perusahaan-perusahaan tersebut bergerak di dalam industri kayu dan furnitur.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal ( BKPM) Bahlil Lahadalia berjanji akan bekerja keras dan membuat terobosan membenahi iklim investasi di dalam negeri.

“Kuncinya kita bantu investor eksekusi sampai pabriknya jadi. Semua harus turun ke lapangan," ujar Bahlil dalam keterangan tertulisnya, Selasa (5/11/2019).

Bahlil menjelaskan, perusahaan asal Negeri Tirai Bambu itu mau mendirikan pabrik di Jawa Tengah karena proses perizinannya sangat mudah.

Baca juga : Kalahkan Investasi Vietnam Jadi Tugas Terberat Kepala BKPM

“Salah satu alasannya karena pelayanan perizinan di Jawa Tengah adalah yang terbaik dimana menjadi peringkat pertama sebagai penyelenggara Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Terbaik se-Indonesia dalam acara Investment Award 2018. Tentunya ini bukti bahwa pemerintah sudah support. Perizinan mudah menjadi modal utama dalam mengundang investasi,” kata Bahlil.

Untuk itu, Bahlil mendorong BKPM dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Jateng terus berkolaborasi untuk meningkatkan investasi industri furnitur di Jawa Tengah.

Hal ini sejalan dengan pesan Presiden Jokowi agar pemerintah proaktif menangkap peluang investasi relokasi pabrik furnitur dari perusahaan perusahaan yang terkena dampak perang dagang AS-China.

“Kami (BKPM) sudah beberapa kali mempertemukan pengusaha-pengusaha furnitur di luar negeri dengan pelaku industri furnitur lokal. Harapannya agar mereka segera dapat bermitra dan membuat pabriknya di Jawa Tengah,” ucap dia.

Jawa Tengah kini menjadi primadona investasi dari berbagai negara. Iklim investasi yang sangat tenang dan ditopang oleh kemajuan pembangunan infrastruktur, membuat daya saing investasi Jateng kian membaik.

Sebelumnya, 11 perusahaan asal RRT akan direlokasi. Targetnya sebelum akhir tahun proses relokasi tersebut bisa selesai dan segera melakukan produksi.

September lalu, BKPM juga mencatat sebanyak 33 perusahaan asal negeri Tirai Bambu itu akan direlokasi, sebagai imbas dari perang dagang antara RRT dan Amerika.

Adapun total investasi yang masuk ke Jawa Tengah hingga triwulan II 2019, baik PMA dan PMDN mencapai Rp 211,19 Triliun. Terdiri dari investasi PMA sebesar Rp 110,85 Triliun dengan 4.964 proyek yang menyerap 335.735 tenaga kerja, dan PMDN sebesar Rp 100,34 Triliun dengan 7.121 proyek yang menyerap 221.071 tenaga kerja.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X