JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir membentuk satuan tugas atau task force untuk segera merampungkan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.
Satuan tugas tersebut dipimpin oleh Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Chandra Dwiputra.
Untuk mengefisienkan kerja satuan tugas tersebut, pemerintah melakukan rapat secara berkelanjutan dua mingguan untuk isu-isu penting.
"Tapi kalau mengenai financial bisa bulanan. Tapi kita tidak hirarki lagi, jadi saya Pak Wamen semua direksi yang hadir, kita tidak ada pangkatnya. Jadi pangkat tertinggi pimpinan task force-nya," jelas Erick ketika ditemui di kantor Kementerian Bidang Perekonomian di Jakarta, Selasa (5/11/2019).
Baca juga : Kereta Cepat Jakarta-Bandung Butuh 36 Masinis, Tertarik Mendaftar?
Dengan adanya satgas, diharapkan proyek kereta cepat tidak molor seperti proyek MRT yang molor satu tahun, atau LRT. Pasalnya, proyek ini rencananya juga bakal disambungkan ke Surabaya.
Adapun kereta cepat Jakarta - Bandung ditargetkan bisa mulai beroperasi pada 2021 mendatang.
Data PT KCIC sampai dengan September kemarin proses konstruksi proyek baru mencapai 34,89 persen.
"Kita coba kereta cepat jangan delay karena akan disambung ke Surabaya juga nantinya. Kalau ini delay rakyat Indonesia bisa menjadi tempat percepatan ekonomi disekitarnya jadi lama juga," ujar dia.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.