Menristek : Industri Manufaktur Indonesia Dalam Level Waspada

Kompas.com - 05/11/2019, 16:48 WIB
Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro saat memberi arahan dalam acara ?Serah Terima Jabatan Menristekdikti Periode 2014-2019 kepada Menristek/KaBRIN periode 2019-2024 di Gedung Kemenristekdikti, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Dok. KemenristekdiktiMenristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro saat memberi arahan dalam acara ?Serah Terima Jabatan Menristekdikti Periode 2014-2019 kepada Menristek/KaBRIN periode 2019-2024 di Gedung Kemenristekdikti, Jakarta, Rabu (23/10/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sumbangan sektor manufaktur terhadap PDB Indonesia masih berada di bawah 20 persen, tepatnya di angka 19,5 persen.

Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro selaku mengatakan hal itu artinya industri manufaktur Indonesia berada di tingkat waspada.

 

 

"Manufaktur kita dikatakan stabil nggak juga dikatakan naik nggak juga yang ada malah turun dan ini sejak tahun 1998 hingga saat ini kita nggak pernah berhasil membangun kembali peran manufaktur," ujarnya di Jakarta, Selasa (5/11/2019).

Ia menjelaskan apabila Indonesia ingin maju, manufaktur harus direvitalisasi guna menciptakan nilai tambah.

Baca juga : Setelah Ekonomi Digital, Pemerintah Harus Fokus Garap Manufaktur

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Salah satunya dengan membuat manufaktur yang berbasis pengolahan sumber daya alam seperti memanfaatkan hasil pertanian pangan, buah-buahan dan perikanan.

"Kalau di bidang pertanian kita prioritaskan itu kita dorong para tani untuk meningkatkan produksi. Petani mendapatkan maanfaat dan industri mendapatkan kepastian sehingga petani kita mampu membuat produk yang bernilai tinggi," lanjutnya.

Sementara itu mengenai industri makanan di Indonesia tingkat keunggulannya jauh diatas industri lainnya. Karena dilihat dari output-nya, industri makanan sangat banyak membuka lapangan pekerjaan dan nilai ekspornya yang cukup besar.

"Dengan kita bekerjasama dan mengakomodir kita bisa melakukannya bersama-sama," tutupnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.