Terungkap, Alasan Jack Ma Pensiun dari Alibaba Group di Usia 55 Tahun

Kompas.com - 06/11/2019, 09:05 WIB
HANGZHOU, CHINA - AUGUST 28: Alibaba Group Chairman Jack Ma attends 2019 Global Conference on Women and Entrepreneurship on August 28, 2019 in Hangzhou, Zhejiang Province of China. (Photo by VCG/VCG via Getty Images) VCGHANGZHOU, CHINA - AUGUST 28: Alibaba Group Chairman Jack Ma attends 2019 Global Conference on Women and Entrepreneurship on August 28, 2019 in Hangzhou, Zhejiang Province of China. (Photo by VCG/VCG via Getty Images)
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pendiri perusahaan teknologi Alibaba, Jack Ma (55) telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai ketua eksekutif pada bulan September 2019.

Keputusan itu mengakhiri masa 20 tahun di pucuk kepemimpinan Alibaba. Baru-baru ini dia mengungkapkan, itu adalah rencana yang dipikirkannya selama lebih dari satu dekade.

Dikutip CNBC, Rabu (6/11/2019), Ma mengungkap dia pertama kali menggagas pensiun pada tahun 2004, saat seorang pemodal ventura mengatakan kepadanya bahwa dia tidak memenuhi syarat sebagai seorang CEO.

Baca juga: Jack Ma Putuskan Pensiun, Alibaba Bakal Hadapi Kondisi Sulit?

Tetapi pada tahun 2009, ketika perusahaan mencapai usia 10 tahun, perencanaan pergantian kekuasaannya dimulai dengan sungguh-sungguh.

"Hari itu saya mulai berpikir saya harus mempersiapkan pensiun saya. Hari itu saya memutuskan tahun 2019, 10 September, akan menjadi hari saya akan pergi," kata Jack Ma dikutip CNBC, Rabu (6/11/2019).

Artinya, perlu 10 tahun bagi Jack Ma untuk menyiapkan masa pensiunnya.

Ma sering mengatakan, dia ingin perusahaan yang dia dirikan pada tahun 1999 bertahan selama 102 tahun. Untuk membantu mewujudkan visi itu, Ma dan timnya mengembangkan sistem kepemimpinan yang kuat, yang menghargai cara berpikir dan kerja yang baru.

"Anda seharusnya tidak perlu menduplikat Jack Ma. Satu Jack Ma saja sudah terlalu banyak untuk perusahaan. Jadi dalam 10 tahun terakhir, kami mencoba membangun sebuah sistem, Sebuah sistem yang memiliki kepemimpinan yang tepat. Sistem yang dapat membuat, menemukan, dan melatih banyak pemimpin," ungkap dia.

Baca juga: Punya Toko Online? Ini Saran Alibaba Supaya Bisnis Anda Bisa Maju

Untuk mencapai tujuan itu, dia mengatakan perlu waktu 1 tahun untuk berdiskusi dan berdebat tentang sistem kepemimpinan itu.

"Kami menghabiskan waktu setahun untuk berdiskusi, berdebat tentang sistem di mana para pemimpin dapat memperjuangkan visi, misi dan nilai perusahaan," lanjutnya.

Akhirnya setelah 10 tahun menyiapkan masa pensiunnya, Ma digantikan oleh Daniel Zhang yang menjadi CEO Alibaba Group. Usai digantikan Daniel, Ma merasa percaya diri bahwa perusahaan memiliki strategi kepemimpinan yang kuat di tempat yang dapat bertahan selama beberapa dekade mendatang.

"Perusahaan tidak boleh bergantung pada Jack Ma. Jack Ma akan menjadi tua. Jack Ma akan menjadi bodoh. Jack Ma akan jatuh sakit atau kecelakaan mobil atau apa pun," ucapnya.

“Perusahaan harus bergantung pada sistem kepemimpinan. Ini budaya. Itu orang-orangnya. Ini adalah sistem yang membuat perusahaan tetap hidup selama 102 tahun. Bukan hanya dipimpin oleh satu orang seperti Jack Ma," pungkas dia.

Baca juga: Gara-gara B737 Max, CEO Boeing Terancam Tak Dapat Bonus Tahunan

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber CNBC
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X