Disindir Jokowi Soal Bunga Kredit, Ini Kata Bankir

Kompas.com - 06/11/2019, 18:22 WIB
KOMPAS.com/ADE MIRANTI KARUNIA SARI

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo menyindir para bankir mengenai suku bunga kredit perbankan yang masih tinggi.

Padahal, Bank Indonesia (BI) pada Oktober lalu telah memangkas suku bunga 7 Day Reverse Repo Rate (7DRRR) sebanyak 25 basis point (bps) menjadi 5 persen.

Para bankir pun bersuara mengenai sindiran tersebut. Direktur Keuangan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Ario Bimo mengatakan, penurunan suku bunga kredit harus menyeleraskan biaya dana yang dikeluarkan oleh bank atau disebut cost of fund.

"Yang penting 'cost of fund-nya' turun baru berani turun. Kalau 'cost of fund' belum turun ya enggak berani lah. Nanti kalau kita semakin kecil dimarahi investor," katanya ditemui di Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Baca juga: Event IBEX 2019, Jokowi Sindir Para Bankir

Pada semester I-2019, 'cost of fund' BNI secara tahunan naik dari 2,8 persen menjadi 3,2 persen. Dan ini yang membuat BNI masih enggan menurunkan suku bunga kreditnya.

"Kita sekarang lagi turun dulu pelan-pelan, kemarin 3,2. Kita lihat pelan-pelan. Kalau 'cost of fund' turun kita baru berani nurunin," ucapnya.

Selain itu, rasio pinjaman terhadap simpanan (loan to deposit ratio/LDR) juga faktor BNI mempertimbangkan untuk menurunkan suku bunga kreditnya.

"LDR kami 96,6 persen. Jadi intinya kami nurunin 'cost of fund' dulu baru bisa review bunganya," ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Sunarso berpendapat, jika ingin menurunkan suku bunga kredit tentu melihat kondisi pasar keuangannya.

" Suku bunga pasti memang harus ikuti pasar. Jadi, bank 'follow rate', kalau pasar turun tidak ada alasan kita tidak turunkan. Tapi ada mekanisme mengatur pricing yang di luar market, yaitu regulated price," katanya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X