AS-China Kembali Berseteru Karena Pemilihan Lokasi Pertemuan

Kompas.com - 07/11/2019, 05:47 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) berjabat tangan dengan Presiden China Xi Jinping dalam pertemuan bilateral di sela KTT G-20 di Osaka, Jepang, Sabtu (29/6/2019). AFP/BRENDAN SMIALOWSKIPresiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) berjabat tangan dengan Presiden China Xi Jinping dalam pertemuan bilateral di sela KTT G-20 di Osaka, Jepang, Sabtu (29/6/2019).

JAKARTA,KOMPAS.com - Presiden Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping kembali berseteru karena rencana lokasi pertemuan yang tidak kunjung disepakati.

Adapun, yang menyulut masalah terkait lokasi pertemuan yakni berkaitan dengan persyaratan lokasi pertemuan yang ditetapkan oleh kedua negara.

Melansir CNBC Kamis (7/11/2019), kemungkinan besar pertemuan ini akan ditunda sampai dengan Desember 2019 di mana keduanya perlu waktu untuk menyepakati terkait pengajuan persyaratan tempat baru untuk pertemuan.

Seorang pejabat administrasi senior AS, mengatakan bahwa Gedung Putih masih berupaya mencapai kesepakatan dengan Beijing.

Pada 16 November 2019 lalu pertemuan dibatalkan karena kondisi tidak kondusif di Chili, namun kedua negara masih membuka kemungkinan untuk negosiasi.

"Urutan pertama adalah menyelesaikan negosiasi," kata pejabat ini.

Baca juga : Jika Perang Dagang Memburuk, Pertumbuhan Ekonomi Dunia Bisa di Bawah 3 Persen

Ia mencatat bahwa tempat yang potensial hanyalah salah satu elemen yang dibahas AS dan China. Beberapa kawasan potensial lainnya untuk pertemuan kedua negara ini adalah Swedia dan Swiss. Namun dua kawasan itu masih dipertimbangkan.

Trump telah menyarankan Swiss sebagai lokasi pertemuan yang memungkinkan untuk penandatanganan perjanjian sejak Februari tahun ini. Dia menyatakan bahwa tidak ada tempat yang lebih netral dari Swiss.

Kawasan Eropa juga dipertimbangkan menjadi wilayah yang relatif netral untuk kedua pemimpin negara ini guna melanjutkan penandatanganan negosiasi. Namun keduanya sadar akan kondisi politik dalam menandatangani kesepakatan di luar kawasan teritori AS dan China.

Trump dijadwalkan berada di London untuk pertemuan para pemimpin NATO pada 3-4 Desember 2019. Orang-orang terdekatnya mengatakan bahwa penandatanganan kesepakatan bisa saja dilangsungkan di daerah sekitar London sebelum atau setelah kunjungan Trump.

" Negosiasi terus berlanjut dan banyak kemajuan dari kedua negara dalam fase awal ini," kata Wakil Sekretaris Pers Gedung Putih Judd Deere.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber CNBC
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X