[POPULER MONEY] Kementerian yang Paling Banyak Diadukan | Pemindahan Ibu Kota

Kompas.com - 07/11/2019, 06:00 WIB
Para peserta seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil Kementerian Keuangan mengikuti ujian kompetensi dasar di Gedung Maria Convention Hall, Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (18/10/2017). KOMPAS/RADITYA HELABUMIPara peserta seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil Kementerian Keuangan mengikuti ujian kompetensi dasar di Gedung Maria Convention Hall, Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (18/10/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah akan segera membuka rekrutmen PNS. Ada ribuan posisi yang ditawarkan dalam proses tersebut.

Terkait dengan rekrutmen PNS, ombudsman mengevaluasi pelaksanaan penerimaan PNS pada 2018. Dari evaluasi tersebut, ada sejumlah kementerian yang paling banyak diadukan oleh peserta.

Berita tersebut menjadi yang terpopuler sepanjang hari kemarin, Rabu (7/11/2019). Berita lainnya adalah soal proses pemindahan Ibu Kota. Berikut daftar lima berita terpopuler sepanjang hari kemarin:

1. Kementerian Apa yang Paling Banyak Diadukan soal CPNS?

Ombudsman menyebut sejumlah aduan yang mereka terima setelah seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil ( CPNS) tahun 2018 lalu.

"Tahun lalu itu banyak sekali laporan atau aduan yang diterima, hampir 2.000 aduan," ucap Anggota Ombudsman Laode Ida di gedung Ombudsman Indonesia di Jakarta, Rabu (06/11/2019).

Laode mengatakan Ombudsman menerima laporan atau aduan baik dari peserta maupun calon peserta CPNS. Selengkapnya silakan baca di sini.

2. Jokowi: Pemindahan Ibu Kota Bukan Hanya Memindahkan Istana...

Presiden Joko Widodo ( Jokowi) menegaskan pemindahan ibu kota Indonesia dari Jakarta ke Kalimatan bukan hanya sekadar perpindahan tempat.

Menurut Jokowi, ibu kota baru akan mengalami banyak perubahan baik tempat dan sistem kerja yang digunakan.

"Ini bukan hanya semata-mata memindahkan istana namun kami akan membangun kota yang smart dan metropolitan," ujar Presiden saat pembukaan acara Indonesia Infrastructure Week di Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Jokowi menyebutkan, ada beberapa aspek yang akan diubah. Pertama adalah sistem kerja, sistem kerja dipastikan akan berbeda dengan sistem kerja sebelumnya. Selengkapnya silakan baca di sini.

3. Jokowi: BUMN Jangan Ambil Semuanya...

Presiden Joko Widodo mengimbau Badan Usaha Milik Negara ( BUMN) untuk memberikan peluang kepada pihak swasta dalam pembangunan proyek infrastruktur.

Hal ini karena BUMN dan anak-anak usahanya masih mendominasi proyek pembangunan infrastruktur dalam 5 tahun terakhir.

"BUMN jangan ambil semuanya. Berikan peluang bagi swasta termasuk pengusaha lokal dalam pembangunan infrastruktur," kata Presiden RI Joko Widodo saat membuka Indonesia Infrastructure Week (IIW) 2019 di Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Jokowi mengakui, banyak kontraktor lokal yang mengeluh soal dominasi BUMN di sektor konstruksi. Selengkapnya silakan baca di sini.

4. Event IBEX 2019, Jokowi Sindir Para Bankir

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyindir para bankir dan meminta agar lebih memperhatikan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pasalnya, selama ini, perbankan lebih memfokuskan pembiayaan kepada perusahaan-perusahaan bermodal besar dibandingkan UMKM.

Sehingga menurut Jokowi, UMKM dianaktirikan. Padahal, UMKM ini mampu meningkatkan perekonomian Indonesia di kala perekonomian dunia sedang melambat.

Tak hanya soal penyaluran kredit saja yang disindir, mantan Wali Kota Solo ini tahu alasan di balik kenapa perbankan lebih memudahkan penyaluran pinjaman dana kepada perusahaan-perusahaan besar. Selengkapnya silakan baca di sini.

5. Budidaya Ikan King Kobia Janjikan Keuntungan yang Menjanjikan

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berhasil mengembangkan varietas ikan baru dengan nama King Kobia.

Kepala Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Evalawati mengklaim bahwa varietas ini bisa menghasilkan keuntungan hingga 50 persen dalam setahun.

"Kami hanya mnghasilkan benih, dengan modal atau investasi yang lumayan, sekitar Rp 51 juta dengan keuntungan bisa lebih dari 50 persen," kata Evalawati kepada Kompas.com, Rabu (6/11/2019).

King Kobia akan dikembangkan menjadi komoditas unggulan baru subsektor perikanan budidaya. Hal ini karena biaya produksi untuk King Kobia juga terjangkau. Selengkapnya silakan baca di sini.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X