Jokowi Sentil Impor Cangkul, Menperin Singgung Kesadaran Pembeli

Kompas.com - 07/11/2019, 15:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang menilai belum adanya kesadaran para pembeli menjadi penyebab masih adanya impor cangkul atau pacul.

Hal itu disampaikan Agus saat ditanya wartawan terkait masih adanya impor cangkul. Hal ini yang sempat disentil oleh Presiden Joko Widodo.

“Seperti sekarang kita harus memunculkan kesadaran dari offtaker (pembeli),” ujarnya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (7/11/2019).

Padahal, kata Menperin, produksi cangkul dalam negeri sudah tersedia dan sudah bisa memberikan suplai kepada kebutuhan pasar dalam negeri.

Bahkan, Agus memuji kualitas cangkul buatan dalam negeri yang menurutnya sudah bagus dan tidak kalah dengan cangkul impor.

“(Jadi) kesadarannya (pembeli) belum ada, kalau kualitasnya sudah bagus. itu yang kita kampanyekan,” kata dia.

Baca juga: Jokowi: Cangkul Masa Masih Impor? Kebangetan!

Selanjutnya ia mengungkapkan rencana pemerintah untuk melakukan sosialisasi cangkul buatan dalam negeri.

Ia berharap, belanja kementerian, lembaga atau BUMN bahkan perusahaan lebih mempriotaskan produk dalam negeri ke depan.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) untuk memprioritaskan barang produksi dalam negeri ketimbang barang impor.

Apalagi, jika memang industri dalam negeri bisa memproduksi barang tersebut, Jokowi meminta jangan sampai barang impor justru lebih diprioritaskan.

"Misalnya urusan pacul, cangkul, masa masih impor?" kata Jokowi saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Tahun 2019, Rabu (6/11/2019).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.