Hubungan Garuda-Sriwijaya Putus Nyambung, Ini Fakta Menariknya

Kompas.com - 08/11/2019, 14:44 WIB
Wikipedia

JAKARTA, KOMPAS.com - Polemik antara PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) dengan Sriwijaya Air akhirnya kembali retak setelah sempat rujuk.

Pasang surut hubungan kedua maskapai tersebut telah terjadi sejak 2018 lalu.

Namun, kondisi terkini pada Kamis (7/11/2019), pihak Garuda Indonesia mengumumkan bahwa kerja sama mereka dengan Sriwijaya kembali memanas. Dengan dalih hanya menjalin kerja sama business to business (b to b) saja.

Bahkan, manajemen Garuda Indonesia meminta kepada Sriwijaya agar segera melunasi utang-utang mereka kepada PT Pertamina (Persero) Tbk, PT GMF AeroAsia, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) dan sejumlah perusahaan yang memberikan modal pinjaman.

Dirangkum dari pemberitaan Kompas.com, berikut sejumlah fakta pasang surut Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air.

1. Awal Kisruh, Wanprestasi hingga Terdepaknya Jajaran Garuda

Kisruh bermula dari maskapai penerbangan berbiaya hemat (low cost carrier/LCC) PT Citilink Indonesia melayangkan gugatan kepada Sriwijaya Air Group yang terdiri atas PT Sriwijaya Air dan PT NAM Air.

Gugatan tersebut dilayangkan karena Sriwijaya Air diduga wanprestasi alias tidak menepati perjanjian kerja sama bisnis pada 29 September 2019. Padahal Garuda Indonesia Group dengan Sriwijaya Air pada akhir 2018 menjalin kerja sama.

Kerja sama itu dilakukan untuk membantu Sriwijaya melunasi utang ke beberapa perusahaan BUMN, di antaranya ke anak perusahaan Garuda PT GMF AeroAsia, PT Pertamina (Persero), dan PT Angkasa Pura I dan II.

Baca juga: Banyak Penerbangan Dibatalkan, Kemenhub Pelototi Sriwijaya Air

Namun, di tengah jalan Sriwijaya Air diduga melakukan wanprestasi. Karena hal tersebut Garuda Indonesia melalui anak perusahaannya PT Citilink Indonesia melayangkan gugatan ke Sriwijaya Air Group di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Permasalahan lainnya, saat dewan komisaris Sriwijaya Air melakukan perombakan direksi. Tak tanggung-tanggung, dewan komisaris Sriwijaya “mendepak” orang-orang Garuda Indonesia dari jajaran direksi maskapai tersebut.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X