[POPULER MONEY] Ketika Wishnutama Iri | Garuda-Sriwijaya Makin Panas

Kompas.com - 09/11/2019, 07:11 WIB

1. Saat Wishnutama Iri terhadap Menteri PUPR

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio mengaku iri dengan kantor Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono yang dinilainya asri.

"Saya malah iri dengan menteri PUPR, halamannya asri, masuk dalam wilayah kantor PUPR sejuk banget, tentram. Kalau gedung saya mah, di depannya suka ada demo," kata pria yang kerap disapa Tama ini, saat Rakernas Ekonomi Kreatif Kamar Dagang Indonesia (Kadin) 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (7/11/2019).

Hal itu berbeda dengan tempat dia berkantor, yakni Gedung Sapta Pesona. Menurut dia, gedung tersebut tidak mencerminkan kementeriannya, yaitu pariwisata.

"Masuk lobinya saja besi semua, Gedung Sapta Pesona itu. Saya bilang ini pariwisata atau kaya diskotik?" ucapnya.

Simak selengkapnya cerita Wishnutama ini di sini

2. Cerita Edhy Prabowo, Tak Dukung Jokowi di Pilpres tapi Dapat Jatah Menteri KKP

Tidak terasa Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo memasuki 11 hari kerjanya menggantikan Susi Pudjiastuti. Namun ada cerita menarik dalam proses direkrutnya Edhy sebelum resmi menjadi menteri.

"Lucu dan nggak menyangka. Saya kaget, karena saya dulu tidak mendukung Pak Presiden (Jokowi)," candanya, Jumat (8/11/2019).

Ia menceritakan, awal mulanya ia sedang mengantar Prabowo Subianto yang menjadi Ketua Umum Gerindra ke istana karena dipanggil Presiden Jokowi.

Edhy Prabowo kemudian membantu mengurus beberapa dokumen persyaratan untuk Prabowo Subianto.

Baca selengkapnya di sini

3. Retaknya Garuda-Sriwijaya hingga Turun Tangannya Luhut dan Budi Karya

Hubungan business to business antara Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air kembali memanas sejak kemarin, Kamis (7/11/2019).

Retaknya hubungan kedua maskapai bukan kali ini sajak terjadi.

Sebelumnya kedua perusahaan tersebut sempat retak karena dewan komisaris Sriwijaya Air disebut melakukan perombakan direksi di tengah kerja sama. Tidak tanggung-tanggung, mereka mendepak orang-orang Garuda Indonesia dari jajaran direksi maskapai yang didirikan keluarga Chandra Lie tersebut.

Alhasil pada September 2019, Garuda Indonesia melalui GMF menarik dukungan layanan perawatan pesawat milik Sriwijaya Air sehingga 18 pesawat maskapai tidak boleh terbang.

Citilink yang adalah anak usaha Garuda juga mengajukan gugatan kepada Sriwijaya Air ke PN Jakarta Pusat karena terhentinya Kerja Sama Operasi (KSO).

Nah bagaimana peran Luhut dan Budi Karya? Simak di sini

4. Kisruh, Sriwijaya Air Pulangkan Seluruh Staf Bantu Garuda Indonesia

Lawyer sekaligus salah satu pemegang saham PT Sriwijaya Air Yusril Ihza Mahendra mengatakan, pihaknya telah memulangkan seluruh tenaga staf perbantuan dari Garuda Indonesia Group untuk tidak bekerja lagi di Sriwijaya. Hal ini sebagai buntut dari kisruh antara Sriwijaya Air Group dengan Garuda Indonesia Group.

Sebelumnya keduanya menjalin kerja sama operasional. Namun belakangan justru pecah kongsi.

"Pihak Sriwijaya juga hari ini telah mengembalikan semua tenaga staf perbantuan dari Garuda Grup untuk tidak bekerja lagi di Sriwijaya," ujar Yusril dalam siaran persnya, Jakarta, Jumat (8/11/2019).

Yusril juga mengungkapkan pihaknya tengah menyiapkan langkah untuk mengakhiri kerja sama dengan Garuda Group. Padahal semula, Sriwijaya Air mau menyelesaikan draf perpanjangan perjanjian kerja sama dengan Garuda setidaknya selama 3 bulan ke depan.

Baca selengkapnya di sini

5. Deadlock, Sriwijaya Ingin Hentikan Kerja Sama dengan Garuda Indonesia

Salah satu pemegang saham Sriwijaya Air, Yusril Ihza Mahendra mengatakan, pihaknya sedang menyiapkan langkah untuk mengakhiri kerja sama manajemen dengan Garuda Indonesia Grup.

Langkah tersebut diambil karena adanya intruksi mendadak dari GA Grup kepada semua anak perusahaannya (GMF, Gapura Angkasa dan Aerowisata) untuk memberikan pelayanan kepada Sriwijaya dengan cara pembayaran tunai dimuka sejak Kamis (7/11/2019) kemarin.

Jika tidak membayar secara tunai dimuka, diperintahkan agar tidak memberikan pelayanan service dan maintenance apapun kepada Sriwijaya.

“Sriwijaya menolak perubahan sistem pembayaran yang tidak fair ini dan menganggap GA sengaja ingin melumpuhkan Sriwijaya,” ujar Yusril dalam keterangan tertulisnya, Jumat (8/11/2019).

Simak selengkapnya di sini

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pasang Panel Surya di Medan, APL Yakin Bisa Kurangi 63,5 Ton Karbon Emisi Per Tahun

Pasang Panel Surya di Medan, APL Yakin Bisa Kurangi 63,5 Ton Karbon Emisi Per Tahun

Whats New
Perkuat Bisnis, Farmasi Digital Lifepack Dapat Suntikan Dana Rp 103,3 Miliar

Perkuat Bisnis, Farmasi Digital Lifepack Dapat Suntikan Dana Rp 103,3 Miliar

Whats New
Tingkatkan Riset di Perguruan Tinggi, Pemerintah Gelontorkan Rp 2,15 Triliun

Tingkatkan Riset di Perguruan Tinggi, Pemerintah Gelontorkan Rp 2,15 Triliun

Whats New
RI dan Arab Saudi Teken Kesepakatan Sistem Penempatan Satu Kanal PMI

RI dan Arab Saudi Teken Kesepakatan Sistem Penempatan Satu Kanal PMI

Whats New
Citi Indonesia Perkirakan BI akan Naikkan Suku Bunga Acuan 0,5 Persen Sampai Akhir Tahun

Citi Indonesia Perkirakan BI akan Naikkan Suku Bunga Acuan 0,5 Persen Sampai Akhir Tahun

Whats New
Kemenperin: Kinerja Industri Kaca Nasional Terus Tumbuh Setiap Tahunnya

Kemenperin: Kinerja Industri Kaca Nasional Terus Tumbuh Setiap Tahunnya

Whats New
Prospek Profitabilitas GoTo Usai Perluas Kerja Sama dengan Bank Jago

Prospek Profitabilitas GoTo Usai Perluas Kerja Sama dengan Bank Jago

Earn Smart
Soal Isu Harga Mi Instan Naik 3 Kali Lipat, Kementan: Pemerintah Mengedepankan Kewaspadaan

Soal Isu Harga Mi Instan Naik 3 Kali Lipat, Kementan: Pemerintah Mengedepankan Kewaspadaan

Whats New
Soal Penyesuaian Harga Tiket Pesawat, Garuda Indonesia Masih Pantau Harga Avtur

Soal Penyesuaian Harga Tiket Pesawat, Garuda Indonesia Masih Pantau Harga Avtur

Whats New
Y20 Didorong Jadi Solusi Konkret dan Rumusan Rekomendasi dalam 'Leader's Declaration' G20

Y20 Didorong Jadi Solusi Konkret dan Rumusan Rekomendasi dalam "Leader's Declaration" G20

Whats New
Harga Mie Instan Melonjak, Kementan Ajak Masyarakat Waspada Ancaman Krisis Pangan Global

Harga Mie Instan Melonjak, Kementan Ajak Masyarakat Waspada Ancaman Krisis Pangan Global

Rilis
Nakes Bakal Lebih Dulu Terima Vaksin Dosis Keempat, Kapan untuk Masyarakat Umum?

Nakes Bakal Lebih Dulu Terima Vaksin Dosis Keempat, Kapan untuk Masyarakat Umum?

Whats New
Brand Lokal Makin Dilirik, Ini Kisah UMKM yang Raup Cuan melalui Shopee

Brand Lokal Makin Dilirik, Ini Kisah UMKM yang Raup Cuan melalui Shopee

Smartpreneur
Biaya Balik Nama Motor 2022 serta Syarat dan Cara Mengurusnya

Biaya Balik Nama Motor 2022 serta Syarat dan Cara Mengurusnya

Spend Smart
Sri Mulyani Waspadai Lonjakan Inflasi Imbas Ketidakpastian Global

Sri Mulyani Waspadai Lonjakan Inflasi Imbas Ketidakpastian Global

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.