Kisruh Garuda-Sriwijaya: Putus, Nyambung, Putus Lagi...

Kompas.com - 09/11/2019, 10:13 WIB
KOMPAS.com/HERU DAHNUR

JAKARTA, KOMPAS.com - Hubungan kerja sama antara Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air putus nyambung akhir-akhir ini karena sejumlah kendala dari kedua maskapai.

Pada Kamis (7/11/2019), semula pihak Sriwijaya Air dengan Garuda Indonesia setuju kerja sama bakal dilakukan setidaknya 3 bulan ke depan sembari menunggu hasil audit.

Audit dilakukan bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terkait untung rugi perusahaan selama Sriwijaya dibantu oleh Garuda Indonesia.

"Pihak Sriwijaya mengatakan utang malah tambah membengkak. Sementara Garuda Indonesia menganggap utang malah berkurang 18 persen. Yasudah kita audit saja pake BPKP," kata  Yusril Ihza Mahendra, kuasa hukum yang juga salah seorang pemegang saham Sriwijaya Air, di Jakarta, Kamis (7/11/2019).

Baca juga: Sriwijaya Air Janji Beri Kompensasi Penumpang yang Terimbas Pembatalan Penerbangan

Namun pada Jumat (8/11/2019) kerja sama yang semula bakal dilanjutkan 3 bulan ke depan rupanya mengalami keretakan lagi.

1. Garuda minta bayar cash

Dalam keterangan tertulisnya, Yusril mengatakan hubungan kerja sama kandas karena beberapa tindakan Garuda pada hari Kamis saat keduanya berseteru.

Ada intruksi mendadak dari Garuda Group kepada semua anak perusahaannya, GMF, Gapura Angkasa, dan Aerowisata untuk memberikan pelayanan hanya jika Sriwijaya membayar di muka.

"Kalau kamis kemarin tidak bayar cash dimuka, diperintahkan agar tidak memberikan pelayanan service dan maintenance apapun kepada Sriwijaya," cerita dia.

Untuk itu kata Yusril, Sriwijaya menolak perubahan sistem pembayaran tersebut. Dia menganggap pembayaran tidak adil (unfair) dan sengaja ingin melumpuhkan Sriwijaya.

Baca juga: Ini Penyebab Kisruh Garuda-Sriwijaya Versi Yusril Ihza Mahendra

2. 15 penerbangan dibatalkan

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X