Sambangi Blok Mahakam, Menteri ESDM Berharap Migas Indonesia Kembali Berjaya

Kompas.com - 09/11/2019, 12:19 WIB
Suasana Tempat Pengolahan Kondensat di Lapangan Senipah, Peciko dan South Mahakam (SPS) yang merupakan tempat pengolahan minyak dan gas bumi dari Blok Mahakam, Kutai Kartanegara, Rabu (27/12/2018). Pertamina mengambil alih pengelolaan Blok Mahakam dari Total E&P Indonesie mulai 1 Januari 2018. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho GumaySuasana Tempat Pengolahan Kondensat di Lapangan Senipah, Peciko dan South Mahakam (SPS) yang merupakan tempat pengolahan minyak dan gas bumi dari Blok Mahakam, Kutai Kartanegara, Rabu (27/12/2018). Pertamina mengambil alih pengelolaan Blok Mahakam dari Total E&P Indonesie mulai 1 Januari 2018.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif meninjau North Processing Unit (NPU) Pertamina Hulu Mahakam (PHM) fasilitas produksi di wilayah paling utara dari Blok Mahakam.

Arifin menemui seluruh karyawan yang bekerja di Pertamina Hulu Mahakam. Dan semua pengelolaan Blok Migas Mahakam dikelola oleh anak bangsa.

"Saya bertemu dengan semua jajaran karyawan yang bekerja di sini, mereka semuanya mempunyai semangat yang tinggi untuk meningkatkan produksi minyak dan gas Blok Mahakam, dan kita berharap bahwa di tangan mereka-mereka inilah kejayaan produksi migas nasional kita dapat kembali," katanya dikutip dari siaran pers Kementerian ESDM, Jumat (8/11/2019).

Baca juga: Kementerian ESDM Buka 187 Formasi CPNS, Ini Dokumen Persyaratannya

Dalam kesempatan yang sama, General Manager PHM Jon Anis menyebut, bahwa fasilitas NPU saat ini dioperasikan oleh sekitar 900 karyawan.

Mereka bekerja menangani produksi dari sekitar 400 sumur, dengan mengedepankan pengelolaan tekanan sumur, untuk menjaga produksi tetap optimal.

Sekadar diketahui, Kontrak Kerja Sama WK Mahakam ditandatangani tanggal 6 Oktober 1966, berakhir tanggal 31 Desember 2017 dan selanjutnya pengelolaannya diserahkan ke Pertamina untuk 20 tahun ke depan.

Beberapa tahun belakangan ini, Blok Mahakam mengalami penurunan produksi. Penyebabnya adalah karakteristik reservoir berupa lensa-lensa sehingga dibutuhkan banyak sumur-sumur baru. Tahun 2019, Pertamina Hulu Mahakam telah melakukan 121 pengeboran sumur baru tetapi hasilnya baru terlihat pada 2 tahun mendatang.

Upaya mencegah penurunan produksi minyak dan gas bumi, PHM meningkatkan pengeboran untuk pengurasan produksi migas di tahun depan.

Rencananya akan ada 257 sumur baru. Kemudian, menerapkan waterflood pada beberapa lapangan yang ada (Lapangan Handil dan Lapangan Bekasap) dan melakukan workover sumur produksi atau pressure maintenance.

Baca juga: Dirut Pertamina: Kami Siap Support Menteri ESDM Arifin Tasrif

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X