Kisah Timmy Pendiri Kitabisa.com, Terinspirasi Sang Ayah hingga Raih Penghargaan Forbes

Kompas.com - 09/11/2019, 14:38 WIB
Dari kiri ke kanan: Ir. Abdul Hapid, Peneliti Tenaga Listrik dan Mekatrionika LIPI, Yoris Sebastian, Founder OMG Creative Consulting, Vebbyna Kaunang, Marketing DirectorIT&Mobile SEIN dan Alfatih Timur Pendiri KitaBisa.com berpose bersama dalam acara Media Session Samsung Ideaction di Jakarta, Kamis (28/04) Samsung IndonesiaDari kiri ke kanan: Ir. Abdul Hapid, Peneliti Tenaga Listrik dan Mekatrionika LIPI, Yoris Sebastian, Founder OMG Creative Consulting, Vebbyna Kaunang, Marketing DirectorIT&Mobile SEIN dan Alfatih Timur Pendiri KitaBisa.com berpose bersama dalam acara Media Session Samsung Ideaction di Jakarta, Kamis (28/04)

JAKARTA, KOMPAS.com - M Alfatih Timur atau yang kerap disapa Timmy, adalah pendiri platform urun dana sosial (social crowdfunding) untuk membantu orang melalui digital, kitabisa.com.

Kisah anak muda kelahiran Padang, Sumatera Barat 27 Desember 1991 itu nampaknya bisa menjadi inspirasi. Sebab, selain sukses berwirausaha, dia juga menciptakan platform yang membantu orang banyak.

Dikutip dari Antara, Sabtu (9/11/2019), awal mula Timmy membangun platform Kitabisa karena terinspirasi ayahnya. Ayahnya selalu mengajarkan dia untuk memiliki jiwa sosial yang tinggi.

Dia pun terinspirasi oleh akademisi dan praktisi bisnis, sekaligus Guru Besar Universitas Indonesia Rhenald Kasali saat dia mengenyam pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI).

Baca juga: 5 Kisah Inspiratif Mitra Gojek, dari Dosen Tunarungu hingga Tukang Pijat

Dari situ, dia mencoba menarik benang merah antara perbuatan baik, kreatif, dan tekad kuat hingga terbentuklah platform Kitabisa. Sebab dia tahu, membuat sebuah perusahaan rintisan bukan hanya soal tekad, tapi juga kekreatifan.

Di awal-awal berdiri pada 2013, Timmy mengaku sulitnya mengembangkan perusahaan rintisan. Kitabisa belum tumbuh menggembirakan. Belum lagi dia bersaing dengan platform-platform kelas atas pada waktu itu, seperti Gojek, Lazada, Tokopedia, Bukalapak, dan sebagainya.

Bahkan untuk mencari investor saja, dia harus mati-matian mencari peluang dan mengalahkan lawan-lawannya. Jarang sekali investor melirik platform kegiatan kewirausahaan sosial karena kerap disebut sebagai proyek sesaat.

" Kewirausahaan sosial adalah bisnis dengan konsep untuk memecahkan masalah ekonomi sosial. Namun, tidak sedikit yang menganggap, kewirausahaan sosial adalah proyek sesaat," ujar Timmy.

Kendati, dia tak pernah patah arang. Mengingat dirinya bukan berasal dari IT, dia tidak malu menjalin jejaring pertemanan dengan para ahli IT.

Baca juga: Kisah di Balik Suksesnya Tahu Kriuk Yes

Cara-cara yang ditempuhnya terbukti berhasil. Seiring berjalannya waktu, kitabisa.com terus tumbuh menjadi aplikasi yang dikenal orang. Dari yang semula hanya melalui website, kitabisa.com akhirnya meluncurkan aplikasi pada tahun 2017.

Konsep berdonasi dari platform Kitabisa dibuatnya sedemikian mudah, sama halnya dengan belanja online. Kapan saja bisa diakses dengan beragam tujuan sosial.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Antara
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X