Garuda Indonesia : Pemegang Saham Sriwijaya Terlalu Intervensi Direksi

Kompas.com - 10/11/2019, 14:19 WIB
Maskapai Sriwijaya Air bantah pesawat rute Manokwari tak laik terbang KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANAMaskapai Sriwijaya Air bantah pesawat rute Manokwari tak laik terbang

JAKARTA, KOMPAS.com - Hubungan Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air sempat kembali mesra pada awal Oktober 2019. Kedua maskapai rujuk dan Garuda Indonesia kembali memberikan fasilitas perawatan pesawat Sriwijaya Air di bengkel GMF.

Namun sebulan setelah rujuk, hubungan kedua maskapai kembali memburuk. Garuda Indonesia Group tak lagi memberi dukungan kepada Sriwijaya Air, termasuk perawatan pesawat.

Mantan Dirut Sriwijaya Air hasil Kerja Sama Manajemen (KSM) Joseph Saul mengungkapkan setelah perjanjian kerja sama tersebut, Garuda Indonesia Group memegang kendali 100 persen operasional Sriwijaya Air.

Hal itu dilakukan dalam rangka untuk memperbaiki performa operasional dan keuangan yang saat itu memburuk.

"Posisi direktur utama, direktur operasional, direktur keuangan diisi dari Garuda Indonesia Group sesuai dengan perjanjian. Namun dalam perjalanannya, pihak pemegang saham Sriwijaya Air meminta agar komposisi direksi 50:50. Ini yang tidak disetujui oleh Garuda Indonesia Group," jelasnya kepada Kompas.com, Sabtu (10/11/2019).

Baca juga : Sriwijaya Air Kembali Rombak Jajaran Direksi

Selain itu, jelas Joseph, pada masa transisi 1 bulan setelah rujuk, pihak pemegang saham Sriwijaya Air juga membatasi gerak para direksi. Akibatnya, keputusan strategis untuk mendukung operasional maskapai tidak bisa dilakukan.

Yang terjadi kemudian adalah perombakan direksi Sriwijaya Air atas permintaan pemegang sahamnya.

Berdasarkan salinan surat pengangkatan direksi yang didapat Kompas.com, Hendry Lie selaku pemegang saham Sriwijaya Air mengangkat Jefferson Irwin Jauwena sebagai direktur utama.

Pengangkatan Jefferson berdasarkan surat bernomor 088/SK-PS/XI/2019 tertanggal 6 November 2019 yang ditandatangani Hendry Lie.

Selanjutnya, pemegang saham Sriwijaya Air menunjuk Dwi Iswantoro sebagai Direktur Teknik. Lalu, Didi Iswandy diangkat menjadi Direktur Operasional Sriwijaya Air. Kemudian, Cecep Cahyana ditunjuk sebagai Direktur Quality, Safety & Security PT Sriwijaya Air.

Keputusan tersebut yang kemudian mendorong Garuda Indonesia Group menghentikan dukungan terhadap operasional Sriwijaya Air.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X