Tekan Kredit Macet, AFPI Luncurkan Fintech Data Center

Kompas.com - 11/11/2019, 12:44 WIB
Aftech, AFSI, AFPI, dan OJK dalam konferensi pers penyelenggaraan acara Indonesia Fintech Summit & Expo 2019 di Jakarta, Kamis (22/8/2019). KOMPAS.COM/FIKA NURUL ULYAAftech, AFSI, AFPI, dan OJK dalam konferensi pers penyelenggaraan acara Indonesia Fintech Summit & Expo 2019 di Jakarta, Kamis (22/8/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia ( AFPI) resmi meluncurkan Fintech Data Center (FDC) untuk fintech peer to peer lending alias pinjol (pinjaman online).

Adapun FDC yang bisa diakses melalui website ini diluncurkan bersamaan dengan peringatan 1 tahun berdirinya AFPI di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Senin (11/11/2019).

Ketua Umum AFPI Adrian Gunadi mengatakan, tujuan dibentuknya fintech data center adalah untuk membuat data antar fintech P2P lending di Indonesia lebih terintegrasi. Implementasi ini juga sebagai langkah AFPI menjalankan fungsinya sebagai market supervisory.

"Untuk membuat kerja atau melakukan langkah lebih efektif, perlu adanya integrasi data fintech yang lebih baik. Itu menjadi cikal bakal dibentuknya fintech data center," kata Ketua Umum AFPI Adrian Gunadi di Jakarta, Senin (11/11/2019).

Baca juga: Komite Etik AFPI Kantongi Sanksi Pelanggaran 2 Fintech Legal

Adrian mengatakan, fintech data center dibuat untuk memastikan industri fintech P2P lending di Indonesia lebih sehat, menghindari potensi kredit macet, serta menghindari fraud dengan cara mengidentifikasi potensi fraud.

Sebab, para penyelenggaran diwajibkan untuk menyerahkan data pelanggan kepada AFPI dan OJK untuk dimasukkan ke dalam data center tersebut.

Setiap ada borrower atau peminjam yang hendak meminjam dana, penyelenggara wajib mengecek datanya di fintech data center.

"Ada 3 hal yang bisa dilihat penyelenggara paling tidak dengan mengecek data nasabah dahulu sebelum memberikan pinjaman. Bisa dilihat sudah berapa kali dia pinjam di penyelenggara lain, selama ini tepat bayar atau tidak atau sering terlambat. Dari situ bisa dipertimbangkan kembali apakah akan memberikan pinjaman atau sebaliknya sehingga mencegah fraud," ucap dia.

Baca juga: Satgas Waspada Investasi Akan Gandeng Kedubes RI Berantas Fintech Ilegal

Adapun jenis data yang bisa diakses dalam data center antara lain, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan kolektibilitas kredit.

Ke depan, Adrian berharap fintech data center ini bisa terus diperkaya sehingga menyajikan data yang lebih real time.

"Ke depannya kita bisa melangkah lebih baik lagi, optimisme masyarakat juga perlu diperkuat untuk membuat fintech lebih baik, sehat, dan berkualitas," pungkasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X