Menhub Ingin Batasi Jumlah Driver Ojek Online

Kompas.com - 12/11/2019, 15:17 WIB
Pengendara Ojek Online di Kawasan jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan, Rabu (12/6/2019) KOMPAS.com / Walda MarisonPengendara Ojek Online di Kawasan jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan, Rabu (12/6/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan akan berkomunikasi dengan aplikator terkait semakin banyaknya pengemudi ojek online.

Budi khawatir, pertumbuhan pengemudi ojek online yang tak terkendali bisa merusak ekosistem bisnis tersebut.

“Saya akan kooridnasi dengan (aplikator) untuk membatasi pertumbuhan (pengemudi ojek online). Katena keseimbangam juga penting, kalau melebihi, berakibat ganggu lalu lintas dan kurangi income para penarik ojol,” ujar Budi di kantornya, Jakarta, Selasa (12/11/2019).

Baca juga : Ojek Online dan MRT Sebabkan Kredit Kendaraan Bermotor Lesu

Terkait kemacetan lalu lintas imbas pengemudi ojek online yang berhenti di sembarang tempat, Budi telah menugaskan anak buahnya untuk berkoordinasi dengan aplikator dan pemerintah daerah setempat.

Mantan Direktur Utama PT Angkasa Pura II itu meminta pihak aplikator dan pemerintah daerah membangun shelter pemberhentian ojek online.

Dengan adanya fasilitas tersebut, diharapkan pengemudi ojek online tak lagi menunggu atau menjemput penumpang di pinggir jalan.

“Misal di (Stasiun) Palmerah, saya minta bagaimana (pengemudi ojol) mengambil penumpang dimana, menunggu, mangkal musti diawasi,” kata Budi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X