Tahun Depan, Harga Properti Diprediksi Naik hingga 9 Persen

Kompas.com - 12/11/2019, 15:29 WIB
Ilustrasi rumah Kementerian PUPRIlustrasi rumah

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasar properti di Indonesia diprediksi lebih positif pada 2020, setelah sempat tertahan pertumbuhannya pada 2019.

Indeks harga properti hunian pada 2020 akan mengalami kenaikan 6 hingga 9 persen secara tahunan (year on year/yoy). Sementara indeks suplai properti hunian akan tumbuh pada kisaran 5 persen (yoy) hingga akhir 2020.

Hal itu terungkap dalam Rumah.com Property Market Outlook 2020.

"Penyerapan suplai properti hunian masih akan datang dari rumah tipe kecil dan menengah dengan harga di bawah Rp 750 juta. Penjual sebaiknya memberikan alokasi perhatian lebih pada properti residensial kelas menengah dan menengah atas, dengan menonjolkan prospek investasi dan dukungan transportasi umum di sekitar properti," ujar Ike Hamdan, Head of Marketing Rumah.com dalam keterangannya, Selasa (12/11/2019).

Baca juga: Kabinet Baru, Ini Harapan Pelaku Industri Properti

Di sisi lain, kata Ike, terdapat fenomena menarik dari hasil survei. Cicilan syariah sangat populer di kalangan responden usia millenial (56 persen) dan kalangan penghasilan rendah (59 persen).

"Tren ini baru terjadi 2 tahun terakhir, di mana KPR syariah mulai meningkat," sebutnya.

Menurut Ike, tingginya permintaan KPR syariah di kalangan millenial ini terjadi karena dua faktor, yakni secara sosial terjadi peningkatan kesadaran akan keyakinan ajaran agama dan secara ekonomi, KPR syariah dapat memberikan ketenangan jangka panjang dengan cicilan yang tetap serta stabil.

Ike menambahkan, konsumen tidak mempermasalahkan kondisi rumah (baru atau second) dan lebih menekankan pentingnya ketersediaan sarana transportasi umum.

"Pencari properti disarankan untuk memanfaatkan periode pelonggaran loan to value (LTV) dan memanfaatkan penawaran-penawaran promo dari pengembang dengan sebaik-baiknya,” terangnya.

Baca juga: Kemenkeu Ingin Bank Pahami Kebutuhan Properti Millenial, Mengapa?

Menurut Rumah.com Property Market Outlook 2020, harga properti tetap mengalami kenaikan secara kuartalan maupun tahunan, namun optimisme penjual tidak sebesar tahun lalu jika dilihat dari suplainya.

Permintaan pasar masih akan tetap didominasi dari kalangan menengah dan menengah bawah. Namun, pelonggaran LTV dan PPnBM diharapkan dapat meningkatkan optimisme pasar properti kelas atas.

“Minat terhadap properti residensial seken hampir sama besar dengan properti residesial baru. Pencari hunian lebih mengutamakan lokasi dan sarana transportasi umum yang terdapat di sekitar hunian,” ungkap Ike.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X