Progres Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Capai 36,01 Persen

Kompas.com - 12/11/2019, 16:44 WIB
Prototype Kereta Cepat Jakarta-Bandung Kompas.com / Hilda B AlexanderPrototype Kereta Cepat Jakarta-Bandung


JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengatakan, Kereta Cepat (High Speed Train) Jakarta-Bandung sesuai rencana akan beroperasi pada 2021.

Hingga awal November 2019, progres pembangunan proyek kereta dengan jarak tempuh 142,3 km ini sudah mencapai 36,01 persen.

Hal itu disampaikan Ridwan Kamil saat menghadiri rapat koordinasi (rakor) terkait percepatan pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung bersama Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia (RI) Luhut Binsar Pandjaitan.

“Posisi pembebasan lahan sudah 99,06 persen, kemudian konstruksi sudah 30-an persen. Jadi, jadwal masih ditetapkan 2021 beroperasi,” kata Emil di Jakarta, Selasa (12/11/2019).

Baca juga: Soal Task Force Kereta Cepat, Ini Respons Menhub

Emil pun menambahkan bahwa kendala yang dihadapi dalam proses pembangunan adalah soal pembebasan lahan. Meski begitu, kendala terkait administrasi di pengadilan dan negosiasi besaran ganti rugi itu tersisa kurang dari satu persen.

Selain itu, Emil juga menjelaskan keringanan pajak untuk para investor dan keringanan sewa lahan negara. Ia juga mengatakan bahwa keringanan pajak diberikan melalui insentif Tax Holiday dan pembebasan PPN.

“Bapak Luhut (Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi RI) tadi memberikan arahan semua kemudahan akan diberikan, karena ini masuk Proyek Strategis Nasional dan teknologinya dihitung sebagai pionir,” ucap Emil usai rakor.

“Itu sudah ditindaklanjuti. Ada salah prosedur dari KCIC tidak melakukan permohonan pendampingan dari Pertamina. Pertamina 'kan punya SOP, (misalnya) kalau menggali ada jarak sekian meter dari pipa. Ini tidak didampingi saat pelaksanaan,” kata Emil.

Baca juga: Belajar soal Kereta Cepat, Kemenhub Kirim Tim ke China

Kereta Cepat Jakarta-Bandung sendiri diharapkan akan memangkas waktu tempuh Jakarta-Bandung, menjadi hanya 46 menit.

Nantinya, terdapat empat stasiun yang menyokong jalur kereta cepat ini yakni Stasiun Halim, Stasiun Karawang, Stasiun Walini, dan Stasiun Tegalluar dengan struktur 13 terowongan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X