Bank Sinarmas Bidik Pembiayaan Pertanian Jagung

Kompas.com - 12/11/2019, 18:05 WIB
Pengamat Ekonomi Politik Pertanian Universitas Trilogi, Muhamad Karim menilai hasil produksi jagung lokal ini dapat digunakan untuk kebutuhan konsumsi. Dok. Humas KementanPengamat Ekonomi Politik Pertanian Universitas Trilogi, Muhamad Karim menilai hasil produksi jagung lokal ini dapat digunakan untuk kebutuhan konsumsi.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Sinarmas Tbk mendukung sektor pertanian tanaman pangan Indonesia. Ini khususnya dalam pembiayaan dan permodalan terhadap petani jagung.

Terkait hal ini, perseroan mendukung acara AGRIPHORIA yang dilaksanakan oleh Institut Pertanian Bogor (IPB).

Acara ini dikemas dalam bentuk workshop yang bertemakan POPCORN (Prepare Our Primary With Corn) yang mana membahas tentang peningkatan produktivitas jagung varietas Nasional sebagai upaya untuk mendukung kemandirian pangan Indonesia.

Acara tersebut mempertemukan berbagai stakeholder yang memiliki keahlian di bidang jagung. Acara ini juga dihadiri oleh para peserta yang terdiri dari para petani, mahasiswa dan alumni IPB serta pihak-pihak lain yang berkaitan dengan bidang pengembangan tanaman jagung.

Baca juga: Fintech P2P Lending Rambah Pembiayaan Pertanian Jagung

“Kegiatan ini sangat baik untuk diadakan karena bertujuan untuk meningkatkan jumlah petani dari kalangan milenial, memberikan apresiasi dan sekaligus informasi perihal adanya potensi untuk pertanian di Indonesia khusus nya jagung yang begitu besar," kata Muktiono Wibowo, Micro & Small Business Group Head Bank Sinarmas dalam keterangannya, Selasa (12/11/2019).

Muktiono menjelaskan, acara tersebut juga digunakan Bank Sinarmas untuk mengedukasi para petani mengenai adanya produk pembiayaan Simas Agri, RAB budidaya jagung, analisa usaha budidaya jagung, juga skema pembiayaan Simas Agri.

“Dari sisi bank disini berperan untuk mengakomodir pembiayaan hingga kepastian pembayaran sisa panen yang dilakukan oleh pihak offtaker yang sebelumnya akan terlebih dahulu bekerjasama dengan Bank Sinarmas," imbuh dia.

Muktiono mengungkapkan, ini dilakukan agar memberikan kemudahan dan kepastian kepada para petani dalam meningkatkan ekonomi dan produktivitasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bank Mandiri Berencana Terbitkan Green Bonds 300 Miliar Dollar AS Tahun Ini

Bank Mandiri Berencana Terbitkan Green Bonds 300 Miliar Dollar AS Tahun Ini

Whats New
Terapkan Merit Sistem dan Reformasi Birokrasi, Kemnaker Raih Predikat “Baik” dari KASN

Terapkan Merit Sistem dan Reformasi Birokrasi, Kemnaker Raih Predikat “Baik” dari KASN

Rilis
Pertama Kali, Kapal Tol Laut Bersandar di Pelabuhan Depapre

Pertama Kali, Kapal Tol Laut Bersandar di Pelabuhan Depapre

Rilis
Kemenaker Targetkan 500.000 Tenaga Kerja Terampil Dukung 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas

Kemenaker Targetkan 500.000 Tenaga Kerja Terampil Dukung 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas

Whats New
Indonesia Produsen Kopi Terbesar ke-4 di Dunia, tetapi Ekspornya Kalah dari Swiss

Indonesia Produsen Kopi Terbesar ke-4 di Dunia, tetapi Ekspornya Kalah dari Swiss

Whats New
Meterai Rp 10.000 Sudah Didistribusikan, Begini Tampilannya

Meterai Rp 10.000 Sudah Didistribusikan, Begini Tampilannya

Rilis
Diminta BI Turunkan Suku Bunga, Ini Respons Bank Mandiri

Diminta BI Turunkan Suku Bunga, Ini Respons Bank Mandiri

Whats New
Ada Rencana Bangun Bank Digital, Bank Mandiri Pilih Jalur Organik

Ada Rencana Bangun Bank Digital, Bank Mandiri Pilih Jalur Organik

Whats New
LPS: Suku Bunga Simpanan Perbankan Diproyeksi Terus Turun

LPS: Suku Bunga Simpanan Perbankan Diproyeksi Terus Turun

Whats New
Sandiaga: Rp 150 Triliun Keluar RI Tiap Tahun karena Kita Asyik Berlibur ke Negara Lain

Sandiaga: Rp 150 Triliun Keluar RI Tiap Tahun karena Kita Asyik Berlibur ke Negara Lain

Whats New
Bank Mandiri Perkirakan 10-11 Persen Debitur Restrukturisasi Gagal Bayar

Bank Mandiri Perkirakan 10-11 Persen Debitur Restrukturisasi Gagal Bayar

Whats New
Lewat Platform Ini, UMKM Bisa Belajar Mengembangkan Bisnis Secara Digital

Lewat Platform Ini, UMKM Bisa Belajar Mengembangkan Bisnis Secara Digital

Whats New
Konsumsi BBM Diproyeksi Turun Terus, Ini Strategi Pertamina

Konsumsi BBM Diproyeksi Turun Terus, Ini Strategi Pertamina

Whats New
Erick Thohir Minta Semua Pihak Tinggalkan Ego Sektoral di Tengah Pandemi

Erick Thohir Minta Semua Pihak Tinggalkan Ego Sektoral di Tengah Pandemi

Whats New
Klarifikasi Calon Petahana Dewan Pengawas Soal Dugaan Nepotisme di BPJS Ketenagakerjaan

Klarifikasi Calon Petahana Dewan Pengawas Soal Dugaan Nepotisme di BPJS Ketenagakerjaan

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X