5 Tips Negosiasi Gaji Tinggi yang Tepat

Kompas.com - 13/11/2019, 07:31 WIB
Ilustrasi karyawan perusahaan Shutterstock.comIlustrasi karyawan perusahaan
Penulis Kiki Safitri
|


3. Pahami perspektif bos Anda

Setelah Anda melengkapi referensi kualifikasi Anda, ini saatnya Anda berhadapan langsung dengan bos Anda. Pikirkan mengenai alasan-alasan apa saja yang mungkin akan dikatakan bos Anda untuk menolak permintaan negosiasi gaji Anda. Lalu pikirkan juga solusi untuk mengatasi penolakan bos Anda.

"Jika Anda pikir itu alasan yang sangat bagus untuk mengatakan tidak kepada Anda, Anda mungkin tidak akan mendapatkan waktu untuk bernegosiasi gaji. Tapi ketika Anda mengantisipasi apa yang akan terjadi, Anda akan siap untuk menghadapinya,” kata Deborah Kolb, penulis Negotiating at Work: Turn Small Wins to Big Gain.

4. Tetap profesional

Meskipun negosiasi gaji Anda memiliki argumen yang rasional, jangan terlalu menitikberatkan alasan-alasan pribadi. Alasan yang paling memungkinkan Anda untuk meminta negosiasi gaji adalah kinerja Anda.

Baca juga: Ekonomi Syariah Jadi Obat Ekonomi Global yang Melambat, Caranya?

Dengan mengungkapkan alasan pribadi Anda kepada bos Anda, hanya akan membuat Anda dikasihani, namun tujuan Anda tetap tidak tercapai. Hal yang harus Anda lakukan adalah memberi tahu bos Anda bagaimana cara Anda berkontribusi pada perusahaan.

5. Pikirkan jangka panjang

Bernegosiasi mengenai gaji tidak selalu berjalan sesuai rencana, dan Anda harus siap dengan hal-hal buruk yang tidak Anda harapkan kedepannya. Namun saat negosiasi gaji Anda ditolak, bukan berarti kekalahan bagi Anda. Anda hanya perlu mencobanya kembali di masa depan.

Anda mungkin kecewa dengan berita buruk, tetapi jagalah attitude Anda dengan mengakhiri obrolan dengan nada positif. Ini akan mempertegas gagasan Anda untuk melanjutkan kinerja Anda di perusahaan dan memperluas kontribusi Anda untuk peluang negosiasi selanjutnya.

"Anda harus memiliki langkas strategis bagaimana Anda melakukan negosiasi. Anda tidak bisa terlalu menuntut atau terlalu ngotot. Anda harus bersikap profesional, sabar, kolaboratif dan konstruktif,” kata Alex Twersky, salah satu pendiri perusahaan karier.

Baca juga: Kemenaker: Ada 20.000 Tenaga Kerja Bakal Tergantikan Oleh Robot

Halaman:


Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X