Perang Dagang, Trump Kembali Sentil China dan Menyalahkan Obama

Kompas.com - 13/11/2019, 11:31 WIB

NEW YORK, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menyulut serangan terhadap China. Trump menyebut bahwa China adalah negara yang mencurangi perdagangan AS.

Meski demikian, ia menyalahkan pimpinan AS sebelumnya di bawah kekuasaan Barack Obama yang membiarkan hal tersebut terjadi.

"Sejak masuknya China ke Organisasi Perdagangan Dunia pada tahun 2001, tidak ada yang memanipulasi dan memanfaatkan AS.perdagangan AS lebih baik (selain China). Saya tidak akan mengatakan kata 'curang', tapi tidak ada yang bisa curang sebaik apa yang dilakukan China," kata Trump mengutip CNBC, Rabu (13/11/2019).

Baca juga : Jika Perang Dagang Memburuk, Pertumbuhan Ekonomi Dunia Bisa di Bawah 3 Persen

Pernyataan itu sekaligus mematahkan rencana perdamaian antara kedua belah pihak negara yang berupaya untuk menuntaskan fase pertama perjanjian dalam meringankan beberapa tarif. Apalagi, detail dari kesepakatan potensial perdamaian masih belum jelas.

AS mendorong pasar yang lebih terbuka dan penghapusan pencurian kekayaan intelektual. Sementara China ingin Washington menurunkan sekitar 250 miliar dollar AS dalam tarif yang diberlakukan sejak perang dagang dimulai.

Alih-alih menyalahkan China, Trump malah mengatakan bahwa para pemimpin sebelumnya yang menegosiasikan kesepakatan perdagangan memungkinkan manipulasi perjanjian, dengan hasil yang merugikan pekerja Amerika, terutama yang berada di industri manufaktur.

China tidak sendirian dalam menghadapi konflik dengan AS. Trump juga menyalahkan Uni Eropa atas praktik perdagangan yang diklaim tidak adil.

"Banyak negara membebankan tarif luar biasa tinggi kepada kami atau menciptakan hambatan perdagangan yang mustahil. Dan saya jujur bahwa Uni Eropa, sangat, sangat sulit. Hambatan yang mereka hadapi sangat mengerikan, dalam banyak hal lebih buruk dari pada China,” ujar Trump.

Hingga saat ini belum ada komentar dari Presiden China Xi Jinping terhadap ocehan Trump tersebut. Negosiasi dagang yang rencananya akan disepakati pada Desember 2019 juga masih belum dapat dipastikan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber CNBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.