Antisipasi Kenaikan Harga Jelang Natal, Kemendag Penetrasi Pasar di 15 Provinsi

Kompas.com - 13/11/2019, 14:04 WIB
Pasar Manggis Setiabudi Jakarta, Kamis (27/12/2018) KOMPAS.com/Ambaranie Pasar Manggis Setiabudi Jakarta, Kamis (27/12/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perdagangan ( Kemendag) akan melakukan pemantauan dan penetrasi pasar di 121 pasar di 15 provinsi pada 16 Desember hingga 20 Desember 2019 untuk mengantisipasi kenaikan harga bahan pokok.

"Tujuan penetrasi pasar adalah mengawal pasokan barang kebutuhan pokok ke pasar dalam rangka menjaga kecukupan pasokan, sebagaimana antisipasi peningkatan permintaan menjelang natal dan tahun baru juga melakukan koordinasi pemenuhan pasokan ke pasar," ujar Agus, Rabu (13/11/2019).

Sebelum penetrasi pasar dilakukan, Kemendag pun akan melakukan rapat koordinasi daerah di 15 provinsi, di mana rakorda tersebut akan diadakan pada minggu kedua November hingga minggu kedua Desember.

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto merinci, rakorda tersebut dilaksanakan di Sumatera Utara, Banten, DKI Jakarta, Jawa Baret, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Maluku, Papua dan Papua Barat.

Baca juga: Antisipasi Harga Bahan Pokok Meroket, Ini yang Dilakukan Kemendag

Menurut Agus, provinsi-provinsi tersebut merupakan wilayah yang sebagian besar masyarakatnya merayakan natal, dan ada daerah yang bahan kebutuhan pokoknya berpotensi mengalami kenaikan harga.

Agus mengakui, pada hari besar keagamaan nasional, harga barang kebutuhan pokok rawan mengalami kenaikan karena permintaan pasar yang tinggi.

Menurutnya, tahun ini yang perlu diantisipasi adalah inflasi kelompok bahan makanan yang cenderung naik dan musim kemarau yang merata di seluruh Indonesia.

Memang, inflasi pada Oktober 2019 secara month on month atau bulanan adalah sebesar 0,2 persen dan inflasi sepanjang tahun atau year to date atau tahun kalender sebesar 2,2 persen. Namun, infasi kelompok makanan hingga Oktober  adalah sebesar 3,09 persen atau tertinggi dibandingkan kelompok lainnya.

"Beberapa faktor utama penyebab kenaikan inflasi itu adalah kenaikan cabai merah akibat faktor kemarau yang panjang, hal ini perlu kita waspada dan antisipasi," tutur Agus.

Baca juga: Ini Harga Pangan yang Diprediksi Akan Naik Jelang Akhir Tahun

Berdasarkan data BPS hingga minggu keempat Oktober 2019, secara umum harga barang kebutuhan pokok masih relatif stabil. Misalnya, beras, daging sapi minyak goreng, gula, tepung terigu, dan bawang putih.

Komoditi mengalami penurunan harga seperti cabai rawit 17,93 persen, cabai merah turun 10,88 persen, telur ayam ras turun 5,70 persen. Sementara, komoditas yang mengalami kenaikan adalah bawang merah 5,7 persen dan daging ayam ras 5,55 persen.

"Tugas kita menjaga harga tersebut tetap stabil," tambah Agus. (Lidya Yuniartha)

 

Berita ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Antisipasi kenaikan harga jelang Natal, Kemendag lakukan penetrasi pasar 15 provinsi

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X