Soal Santunan Korban Lion Air JT 610, Menhub Diminta Bersikap Tegas

Kompas.com - 13/11/2019, 19:40 WIB
Keluarga korban kecelakaan jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 tiba di Dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (29/10/2019). Mereka melakukan tabur bunga di perairan Karawang untuk memperingati satu tahun kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta - Pangkal Pinang. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOKeluarga korban kecelakaan jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 tiba di Dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (29/10/2019). Mereka melakukan tabur bunga di perairan Karawang untuk memperingati satu tahun kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta - Pangkal Pinang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi V DPR RI Suyadi Jaya Purnama meminta Kementerian Perhubungan mengambil langkah tegas terkait santunan kepada ahli waris korban terjatuhnya pesawat Lion Air JT 610.

Menurut dia, pasca satu tahun kejadian nahas tersebut, belum semua ahli waris korban mendapatkan santunan dari pihak Lion Air.

“Regulator mesti lebih tegas karena ini sudah satu tahun," ujar Suyadi saat rapat kerja Komisi V DPR RI dengan Kemenhub di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Rabu (13/11/2019).

Politisi Partai Keadilan Sejahtera ini menambahkan, ahli waris yang belum menerima santunan tersebut karena tidak mau menandatangani Realese and Discharge (R&S) yang diminta Lion Air.

Baca juga: Setahun Jatuhnya Lion Air, Ini Harapan Sri Mulyani

Dokumen ini mewajibkan keluarga dan ahli waris melepaskan hak menuntut kepada pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab atas kecelakaan itu. R&D harus ditandatangani sebelum ganti rugi bisa diberikan ke pihak keluarga.

“Sebagian besar ahli waris korba yang belum menerima kompensasi dipaksa menangani untuk meneken R&D," kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Padahal, lanjut Suyadi, tak ada aturan yang melarang keluarga korban untuk melakukan penuntutan. Atas dasar itu, dia meminta Kemenhub mengambil langkah tegas untuk menyelsaikan masalah ini.

“Perlu ada batasan sejak dilengkapi berkas-berkas, ahli waris telah mengalami kerugian, ini harus ada batas waktu. Masyarakat perlu kepastian. Ini akanmenjadi preseden buruk, kalau terjadi (lagi), ini perusahaan enggak takut lagi, dimana wibawa pemerintah," ucap dia.

Sebelumnya, Keluaga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 menuntut maskapai segera mencairkan uang ganti rugi sebesar Rp 1,25 miliar per penumpang.

"Enam bulan sejak kecelakaan tragis yang menimpa saudara kami, Eka Suganda sebagai ahli waris korban, kami belum mendapatkan kepastian mengenai pembayaran klaim dari pihak maskapai dan produsen bersangkutan," ujar perwakilan keluarga Eka Suganda, Merdian Agustin di Jakarta, Senin (8/4/2019).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.