Beredar Rumor Pisah dengan Lippo Group, Ini Penjelasan OVO

Kompas.com - 14/11/2019, 19:21 WIB
Ilustrasi Ovo. KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYAIlustrasi Ovo.

JAKARTA, KOMPAS.com - Beredar rumor bahwa Lippo Group akan hengkang sebagai investor strategis PT Visionet Internasional ( OVO).

Namun, rumor tersebut langsung dibantah oleh Presiden Direktur OVO Karaniya Dharmasaputra karena rumor itu dinilai merugikan eksistensi kedua perusahaan.

“Mengenai rumor tersebut, saya justru baru saja bertemu dan berdiskusi panjang lebar dengan Direktur Lippo Group Pak John Riady. Kami berdiskusi mengenai pengembangan OVO ke depan,” kata Karaniya dalam rilis yang diterima Kontan.co.id, Kamis (14/11/2019).

Dari pertemuan tersebut, John memberikan banyak masukan serta dukungan pengembangan bisnis OVO. Misalnya saja, dalam bentuk promosi berbentuk potongan harga ( cashback) serta pemberian fasilitas lain yang merupakan hal biasa dalam dunia startup saat dan merupakan bagian edukasi kepada masyarakat.

Baca juga: Pengguna OVO Tak Bisa Lagi Top Up di Alfamart Per 13 November

Sebagai perusahaan keuangan digital, kata Karaniya, OVO dinilai memiliki peta jalan yang jelas untuk menuju profitabilitas sebagai entitas bisnis yang berkelanjutan.

Mengingat, kondisi pasar uang elektronik di Indonesia baru berkembang dan diperkirakan tumbuh signifikan dalam satu tahun hingga dua tahun ke depan.

Karaniya mengapresiasi animo masyarakat yang terus meningkat dalam penggunaan sistem non-tunai khususnya OVO. Menjadi sesuatu yang wajar jika OVO mengenakan biaya transfer kepada konsumen untuk setiap transaksi ke perbankan.

"Saya pikir wajar karena nilainya juga terbilang kompetitif. Kalau dibandingkan dengan biaya transfer di perbankan, jelas nilai yang diterapkan OVO jauh lebih rendah. Apalagi dari sisi fitur, teknologi kami real time, aman, dan nyaman," ungkapnya.

Untuk meningkatkan bisnis, OVO akan terus berinovasi untuk meningkatkan pangsa pasar dan jangkauan penggunaan dompet digital sebagai solusi pembayaran non-tunai di Indonesia.

 

Baca juga: OVO Jadi Unicorn, Ini Permintaan Luhut

Langkah konkret tersebut ditempuh OVO seiring terus membaiknya kinerja perusahaan itu di pasar dompet digital.

Asal tahu saja, OVO adalah perusahaan penyedia layanan keuangan digital yang didirikan, dirintis, dan dikembangkan oleh Lippo Group. Saat ini, para pemegang saham OVO sudah sangat beragam, seiring meningkatnya kinerja OVO, pada dua tahun terakhir.

"Kami adalah perusahaan independen yang dikelola oleh manajemen profesional. Mana mungkin OVO berpisah dari pendirinya," pungkasnya. (Ferrika Sari)

 

Berita ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Beredar rumor pisah, OVO tegaskan tetap gandeng Lippo Group



Sumber
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dorong Pembangunan Ekonomi, Nuklir Bisa Dimanfaatkan untuk Pertanian

Dorong Pembangunan Ekonomi, Nuklir Bisa Dimanfaatkan untuk Pertanian

Whats New
Kronologi Nasabah BCA yang Mengaku Depositonya Hangus Setelah 32 Tahun

Kronologi Nasabah BCA yang Mengaku Depositonya Hangus Setelah 32 Tahun

Whats New
Akumindo: Ada 30an Juta UMKM Rontok Selama Pandemi karena Tak Mau Beralih ke Digital

Akumindo: Ada 30an Juta UMKM Rontok Selama Pandemi karena Tak Mau Beralih ke Digital

Whats New
Laba Bersih Astra Turun 12 Persen, Jadi Rp 14 Triliun

Laba Bersih Astra Turun 12 Persen, Jadi Rp 14 Triliun

Whats New
Mendag: Strategi Pemasaran Harus Go Virtual

Mendag: Strategi Pemasaran Harus Go Virtual

Whats New
Laba Bersih Chandra Asri Petrochemical 21 Juta Dollar AS di Kuartal III 2020

Laba Bersih Chandra Asri Petrochemical 21 Juta Dollar AS di Kuartal III 2020

Whats New
Terpukul Pandemi, LMAN Berikan Relaksasi Kepada Para Mitranya

Terpukul Pandemi, LMAN Berikan Relaksasi Kepada Para Mitranya

Whats New
1 Tahun Kabinet Indonesia Maju, Pertanian Sumbang Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi

1 Tahun Kabinet Indonesia Maju, Pertanian Sumbang Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi

Whats New
Cerita Nadiem di Tengah Pandemi: Saya Paling Sering 'Mengganggu' Bu Ani...

Cerita Nadiem di Tengah Pandemi: Saya Paling Sering "Mengganggu" Bu Ani...

Whats New
Antisipasi Macet Saat Libur Panjang, Jasa Marga Tutup 2 Rest Area

Antisipasi Macet Saat Libur Panjang, Jasa Marga Tutup 2 Rest Area

Whats New
Berapa Banyak Nasabah Bisa Perpanjang Restrukturisasi di BCA? Ini Perhitungan Manajemen

Berapa Banyak Nasabah Bisa Perpanjang Restrukturisasi di BCA? Ini Perhitungan Manajemen

Whats New
Soal Kenaikan Cukai, Pemerintah Diminta Perhatikan Petani Tembakau

Soal Kenaikan Cukai, Pemerintah Diminta Perhatikan Petani Tembakau

Whats New
Akumindo: Suka Tidak Suka, UMKM Harus Masuk ke Dunia Digital

Akumindo: Suka Tidak Suka, UMKM Harus Masuk ke Dunia Digital

Whats New
Bos Tokopedia Ungkap Masalah Terbesar yang Dihadapi UMKM saat Berjualan di E-commerce

Bos Tokopedia Ungkap Masalah Terbesar yang Dihadapi UMKM saat Berjualan di E-commerce

Whats New
Sri Mulyani Bikin Aturan Rapat Kemenkeu di Luar Jam Sekolah, Mengapa?

Sri Mulyani Bikin Aturan Rapat Kemenkeu di Luar Jam Sekolah, Mengapa?

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X