Dugaan Fraud Jiwasraya, Kementerian BUMN Lapor ke Kejaksaan Agung

Kompas.com - 15/11/2019, 15:09 WIB
Ilustrasi Jiwasraya KONTAN/Cheppy A. MuchlisIlustrasi Jiwasraya

JAKARTA, KOMPAS.com - Adanya dugaan tindak kecurangan (fraud) di dalam tubuh Asuransi Jiwasraya, pemerintah inisiatif melaporkan langsung ke Kejaksaan Agung. Hal ini diungkapkan oleh Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo.

"Nanti kita lihat adanya dugaan tindak pidana korupsi di masa lalu, pastinya akan kita laporkan. Kita sudah bicara dengan Kejaksaan Agung, kita akan lakukan investigasi. Tapi, ternyata jika ada bukti di masa lalu, maka para oknum yang melakukan suap atau penggelapan harus kita tindaklanjuti," ucap Tiko ditemui di Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Asuransi milik negara ini disinyalir memberikan laporan keuangan yang tidak lengkap serta adanya dugaan penggelapan dana investasi ke perusahaan tersebut.

"Ini sesuatu yang terjadi cukup lama. Mulai dari produk karena ada fraud janji investasi terlalu besar. Kemudian, ada aset-aset yang diinvestasikan tidak prudent. Dan ternyata laporan keuangannya tidak di-disclose secara transparan," katanya.

Baca juga : Ada 8 Investor Tertarik Suntik Modal ke Anak Usaha Jiwasraya

Sementara itu, upaya Kementerian BUMN menyelamatkan Jiwasraya, Tiko memastikan tidak akan ada pihak perbankan yang menopangnya. Namun, akan mencari opsi lain untuk mencarikan dana investasinya.

"Kalau bank nggak ada instrumen untuk itu. Kita cari instrumen yang legal yang bisa kita pertanggungjawabkan," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dikutip dari Antaranews, Jumat (15/11/2019), Kementerian BUMN menyebut, ada delapan perusahaan yang berminat untuk menyuntikkan modalnya di Jiwasraya Putra. Namun, saat ini masih dilakukan proses negosiasi. Dari delapan perusahaan tersebut, nantinya akan dipilih satu perusahaan dengan penawaran terbaik yang bakal menjadi pemegang saham Jiwasraya Putra.

Sementara itu, 4 BUMN lain yaitu PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, PT Pegadaian (Persero), PT Kereta Api Indonesia (Persero), dan PT Telkomsel telah terlebih dahulu tercatat sebagai pemegang saham Jiwasraya Putra, karena perusahaan tersebut sudah berkomitmen membuka "customer base" dan kanal distribusi dalam kerja sama itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.