Susi Pudjiastuti yang Tak Bisa Jauh dari Laut...

Kompas.com - 16/11/2019, 07:00 WIB
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Susi Pudjiastuti mengatakan bahwa Indoneaia merupakan negara terbesar kedua setelah Cina dalam hal penyumbang sampah laut di dunia. KOMPAS.com/HADI MAULANAMantan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Susi Pudjiastuti mengatakan bahwa Indoneaia merupakan negara terbesar kedua setelah Cina dalam hal penyumbang sampah laut di dunia.
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA.KOMPAS.com - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti kini sedang menikmati masa-masa tak lagi berurusan dengan pemerintahan dan birokrasi. Namun demikian, Susi tak bisa jauh-jauh dari laut.

Saat ditemui dalam acara Pandu Laut Nusantara, Jumat (15/11/2019) di Hotel Borobudur Jakarta Pusat, Susi menjelaskan bahwa kegiatannya saat ini akan selalu berkaitan dengan ekosistem laut.

"Minggu lalu saya di Jepang juga bahas tentang laut. Besok kami mau ke Pandeglang mengirim bantuan yang saya terima dari Ibu Panglima (TNI)," kata Susi.

Baca juga: Tak Lagi Jadi Menteri, Apa Rencana Susi?

Namun disela kegiatannya saat ini, ia memiliki banyak waktu senggang ketimbang saat menjabat sebagai menteri. Susi kini lebih banyak waktu untuk berkumpul bersama anak-anak dan cucunya.

Melanjutkan kegiatan kelautannya, Susi juga fokus pada kampanye larangan pemakaian single use plastic atau plastik sekali pakai. Plastik sekali pakai biasanya merupakan kemasan-kemasan berbentuk plastik yang umumnya dijual untuk tempat makanan atau minuman.

Plastik sekali pakai dinilai dapat mencemari lingkungan karena kandungannya yang sulit terurai.

"(Saya juga aktif) dalam kampanye untuk memgurangi pemakaian single use plastic. Kalian juga enggak boleh lagi pakai single use plastic, kurangi beli mineral water biasakan pakai tumbler," ungkap Susi.

Baca juga: Pengakuan Susi: Segala Macam Saya Terobos

 

Selain itu, wanita yang dikenal dengan slogan 'Kalau tidak makan ikan, saya tenggelamkan!' ini menyebutkan bahwa apa yang ia lakukan adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan ekosistem yang bersih untuk keberlanjutan sektor kelautan perikanan.

"Lalu mengurangi pemakaian sedotan ya, kampenye ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Supaya lautnya bersih. Kalau saya memang suka laut, jadi kalau ke laut lihat plastik itu gemes sekali," ungkap Susi.

Dalam pidato dihadapan rekannya, Susi menyebut bahwa dirinya sangat senang bisa kembali lagi berkegiatan seperti sebelum ia menjabat sebagi menteri. Ia pun akan terus melanjutkan kegiatan sosial kelautannya bersama dengan komunitasnya.

Baca juga: Belum Move On dari Susi dan Jonan? Ini Momen Pertama Saat Keduanya Jabat Menteri

Pandu Laut Nusantara sudah didirikan sejak dua tahun yang lalu, di mana selalu ada saja event yang diselenggarakan setiap tahunnya. Seperti misalkan bersih-bersih pantai tahun lalu

"Beach clean up ada tiap tahun dan yang terbesar pada Agustus 2019 lalu yang diikuti sebanyak 60.000 orang," ungkap Susi.

Kesempatan ini juga digunakan Susi untuk menjual barang-barang miliknya seperti sepatu, baju dan aksesoris yang hasilnya akan ia gunakan untuk kegiatan amal.

Baca juga: Saat Menteri Pengganti Susi Keceplosan...



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X