Ini Tips Terhindar dari Investasi Syariah Bodong

Kompas.com - 16/11/2019, 18:13 WIB
Pemerintah kembali menawarkan Green Sukuk ST006 kepada calon investor yang hadir di Grand Indonesia, Jakarta Sabtu (16/11/2019). KOMPAS.com/ADE MIRANTI KARUNIA SARIPemerintah kembali menawarkan Green Sukuk ST006 kepada calon investor yang hadir di Grand Indonesia, Jakarta Sabtu (16/11/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Keamanan berinvestasi pada instrumen syariah menjadi perhatian publik setelah terbongkarnya kasus investasi bodong Kampoeng Kurma yang juga disebut berbasis syariah.

CEO dan founder dari JOUSKA Independent Financial Adviser, Aakar Abyasa Fidzuno memberikan tips agar para calon investor tidak tertipu oleh investasi bodong yang membawa label syariah.

"Minggu lalu ada berita investasi bodong Kampoeng Kurma dengan klausul syariah. Korbannya ratusan miliar. Jadi, sekali lagi, boleh kita pakai klausul syariah. Tapi kita selalu perhatikan underline-nya apa," ujarnya dalam acara Green Sukuk Investorday, di Jakarta, Sabtu (16/11/2019).

Baca juga: Satgas Waspada Investasi Polisikan Kampoeng Kurma

"Tujuan investasi itu tidak serta merta soal return. Potensi risiko kita harus ditimbang dan diperhatikan," sambungnya.

Aakar mengingatkan kepada para investor agar tidak terjebak dalam pikiran keuntungan saja dan iming-iming investasi berbasis syariah. Namun mesti mencermati risiko dan keabsahan perusahaan investasi syariah.

Hal paling penting dari investasi yakni ketelitian. Calon investor harus mengetahui badan yang menjamin risiko kerugian. Misalnya, perusahaan yang menawarkan investasi harus telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Baca juga: Korban Investasi Bodong Kampoeng Kurma Diminta Lapor ke Polisi

Selain itu perlu juga mencermati sumber dari imbal hasil investasi syariah. Salah satu investasi syariah yang aman yakni Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) yang diterbitkan pemerintah.

SBSN biasanya menggunakan Akad Wakalah yakni pelimpahan kekuasaan oleh seseorang sebagai pihak pertama kepada orang lain sebagai pihak kedua dalam hal-hal yang diwakilkan.

"Statusnya untuk menghasilkan return, selama Sukuk itu dibeli sama investor, maka itu statusnya disewa. Jadi kita keluarkan biaya sewa dan itu jadi bagi hasil dari hasil sewa. Begitu proyeknya selesai, kemudian dibeli lagi oleh negara. Klausul syariahnya dari situ," kata dia.

Baca juga: Modus Investasi Bodong Sangat Beragam, Bagaimana Cara Menghindarinya?



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Ketiga Larangan Mudik, Kemenhub: Ada 14.751 Orang Lakukan Perjalanan Non-Mudik

Hari Ketiga Larangan Mudik, Kemenhub: Ada 14.751 Orang Lakukan Perjalanan Non-Mudik

Whats New
51 Persen Saham Freeport di MIND ID Bakal Dijual Melalui IPO?

51 Persen Saham Freeport di MIND ID Bakal Dijual Melalui IPO?

Whats New
[POPULER MONEY] THR PNS, Janji Sri Mulyani dan Tudingan Tak Bersyukur | Harga Dogecoin Anjlok 30 Persen

[POPULER MONEY] THR PNS, Janji Sri Mulyani dan Tudingan Tak Bersyukur | Harga Dogecoin Anjlok 30 Persen

Whats New
Larangan Mudik, Menhub: Transportasi Penumpang Turun Signifikan, Angkutan Barang Stabil

Larangan Mudik, Menhub: Transportasi Penumpang Turun Signifikan, Angkutan Barang Stabil

Whats New
Bayar Zakat Fitrah Secara Online, Ini 3 Platform yang Bisa Digunakan

Bayar Zakat Fitrah Secara Online, Ini 3 Platform yang Bisa Digunakan

Whats New
Mudik Dilarang, Sehari 14.751 Orang Bepergian Naik Pesawat Hingga Bus

Mudik Dilarang, Sehari 14.751 Orang Bepergian Naik Pesawat Hingga Bus

Whats New
Sekjen Kemnaker: Segera Laporkan Pelanggaran THR ke Posko Terdekat

Sekjen Kemnaker: Segera Laporkan Pelanggaran THR ke Posko Terdekat

Whats New
Mudik Dilarang, Trafik Truk dari Jawa ke Sumatera Naik 24 Persen

Mudik Dilarang, Trafik Truk dari Jawa ke Sumatera Naik 24 Persen

Whats New
[TREN EDUKASI KOMPASIANA] Tip Sederhana Taklukan Beasiswa S2 LPDP | Kuliah di Luar Negeri, Manfaatnya Apa Sih?

[TREN EDUKASI KOMPASIANA] Tip Sederhana Taklukan Beasiswa S2 LPDP | Kuliah di Luar Negeri, Manfaatnya Apa Sih?

Rilis
Bukan Bipang, Erick Thohir Promosikan Nasi Goreng Babat Pak Sumarsono

Bukan Bipang, Erick Thohir Promosikan Nasi Goreng Babat Pak Sumarsono

Whats New
Nunggak Cicilan, Bolehkah Kendaraan Ditarik Paksa Debt Collector?

Nunggak Cicilan, Bolehkah Kendaraan Ditarik Paksa Debt Collector?

Whats New
Mau Beli Dogecoin? Pertimbangkan 3 Hal Ini

Mau Beli Dogecoin? Pertimbangkan 3 Hal Ini

Earn Smart
KKP Lepasliarkan 21.000 Benih Lobster Sitaan Selundupan ke Vietnam

KKP Lepasliarkan 21.000 Benih Lobster Sitaan Selundupan ke Vietnam

Whats New
Kemenhub Kurangi Operasional Dermaga dan Kapal di Merak-Bakaheuni

Kemenhub Kurangi Operasional Dermaga dan Kapal di Merak-Bakaheuni

Whats New
Bahlil Sebut Ada Peluang Pengembangan Ekonomi Baru di Lebak Banten

Bahlil Sebut Ada Peluang Pengembangan Ekonomi Baru di Lebak Banten

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X