Obligasi dan Saham Instrumen Investasi Tepat Saat Ekonomi Melambat?

Kompas.com - 17/11/2019, 12:23 WIB
Ilustrasi shutterstock.comIlustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam momen perekonomian global yang sedang melambat ini justru bagi investor merupakan peluang untuk berinvestasi sebanyak-banyaknya.

Pasalnya, beberapa instrumen investasi ditawarkan dengan harga murah termasuk saham yang pasti memberikan promo menarik

Namun, untuk meraih keuntungan jangka menengah hingga jangka panjang, maka ada dua pilihan instrumen harus dipilih oleh investor.

"Secara umum kalau di pasar finansial opsinya ada dua, kita beli bond atau beli saham. That's it! Untuk jangka panjang, both of them," saran CEO & Founder Jouska Independent Financial Adviser, di Jakarta, Sabtu (16/11/2019).

Baca juga: Ini Tips Terhindar dari Investasi Syariah Bodong

Dijelaskan Aakar,  kedua instrumen tersebut memiliki risiko yang menjadi tanggungjawab pemerintah dan lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Tanpa ada jaminan ini, maka investasi yang ditawarkan abal-abal alias bodong.

"Kita harus bikin portofolio juga kan. Sangat tergantung sama risk profile. Kalau dari segi momen, perekonomian global sekarang tertekan, mungkin posisi kita untuk produk konservatif dan aman secara legal," katanya.

Meskipun negara tengah memasuki tahap resesi, kedua instrumen investasi tersebut dipandang tetap menjadi pilihan aman.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X