Airbus Bantah Dapat Keuntungan dari Kasus Boeing 737 MAX

Kompas.com - 18/11/2019, 06:40 WIB
Sebuah pesawat Airbus A-330neo mendarat setelah melakukan penerbangan perdana, dengan helikopter merekam pendaratannya pada 19 Oktober 2017 di Bandara Toulouse-Blagnac, Perancis. AFP/PASCAL PAVANISebuah pesawat Airbus A-330neo mendarat setelah melakukan penerbangan perdana, dengan helikopter merekam pendaratannya pada 19 Oktober 2017 di Bandara Toulouse-Blagnac, Perancis.

DUBAI,KOMPAS.com - Chief Commercial Officer Airbus, Christian Scherer dengan tegas menolak anggapan bahwa perusahaannya mengambil keuntungan dari kasus Boeing 737 MAX.


“Saya perlu mengklarifikasi, ini tidak menguntungkan siapa pun di industri penerbangan, termasuk Airbus. Ini adalah sebuah tragedi yang harus diselesaikan Boeing. Tetapi tidak baik bagi pesaing untuk melihat keuntungan dari masalah pesawat tertentu," kata Scherer seperti dikutip dari  CNBC, Senin (18/11/2019).

Sekitar 400 unit 737 Max dilarang mengudara sejak pertengahan Maret 2019, menyusul dua kecelakaan dalam waktu kurang dari lima bulan yang menewaskan sebanyak 346 orang. Boeing pun menghentikan pemasaran dan fokus pada perbaikan teknikal 737 MAX, agar bisa  layak untuk mengudara.

Baca juga: Indonesia Jadi Negara Prioritas Airbus A400M di Asia Pasifik

Hal itu membuat maskapai untuk membatalkan ribuan penerbangan, menaikkan biaya, dan ujungnya pada berkurangnya pendapatan maskapai.

Boeing dan Airbus, disebut-sebut sebagai duopoli yang menguasai industri pesawat komersial global sejak tahun 1990-an. Masing-masing menguasai hampir setengah pasar pesawat komersial dunia.

Namun, pesanan pesawat dari masing-masing maskapai perusahaan lebih kecil tahun ini karena industri menghadapi masalah ekonomi global yang melambat, perubahan iklim dan masalah keselamatan.

Airbus dengan pangsa pasar terbesar di Eropa, tahun ini mengalami penurunan target jual akibat penundaan pembangunan pabriknya di Hamburg, Jerman.

Awalnya Airbus menargetkan pengiriman pesawat 880 sampai 890 unit. Namun jumlah yang terealisasi sampai kuartal tiga adalah 860 pesawat dengan pendapatan operasional sebesar 1,6 miliar euro atau 1,78 miliar dollar AS pada kuartal ketiga 2019.

Baca juga: Saham Boeing Melonjak, Peluang Terbang 737 Max Akhir Tahun Ini Terbuka Lebar?


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber CNBC
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X