Industri Pariwisata Butuh Peran Serta Kita Semua...

Kompas.com - 19/11/2019, 13:02 WIB
Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara duduk santai berdua di titik pandang arah Danau Toba di The Kaldera yang terletak di Kabupaten Toba Samosir, Selasa (30/7/2019). The Kaldera adalah salah satu distinasi unggulan sebagai salah satu rintisandari sepuluh Bali Baru yang terletak disekeliling Kawasan Danau Toba. ISTANA PRESIDEN/AGUS SUPARTOPresiden Joko Widodo dan Ibu Negara duduk santai berdua di titik pandang arah Danau Toba di The Kaldera yang terletak di Kabupaten Toba Samosir, Selasa (30/7/2019). The Kaldera adalah salah satu distinasi unggulan sebagai salah satu rintisandari sepuluh Bali Baru yang terletak disekeliling Kawasan Danau Toba.

KONDISI perekonomian global yang tengah tidak menentu dan cenderung melambat seakan memberikan berkah bagi dunia pariwisata di Indonesia.

Guna dapat bertahan dalam guncangan ekonomi global, pemerintah bertekad untuk meningkatkan ekspor dan mendatangkan investasi ke Indonesia, yang salah satunya dari sektor pariwisata.

Industri pariwisata menjadi sektor andalan dalam mendatangkan wisatawan luar negeri untuk menambah devisa negara. Tidak hanya itu, sektor pariwisata diharapkan juga dapat menarik investor luar negeri untuk menanamkan modalnya di Indonesia melalui supply chain penunjang pariwisata.

Target besar telah ditetapkan yaitu jumlah kunjungan wisatawan manca negara sejumlah 18,5 juta orang dan wisatawan nusantara sebanyak 312 juta orang. Agar lebih spesifik, pemerintah juga memberikan target devisa sebesar 19 miliar dollar AS-21 miliar dollar AS dan kontribusi terhadap PDB nasional sebesar 4,8 persen.

Pada APBN tahun anggaran 2020 pariwisata merupakan salah satu sektor utama pembangunan nasional. Kesungguhan pemerintah terlihat dalam APBN 2020 alokasi anggaran untuk sektor pariwisata telah ditetapkan sebesar Rp 10,17 triliun, meningkat 6 kali lipat dari alokasi 2019 (Rp 1,69 T).

Baca juga: Jika Jadi Menteri Pariwisata, Ini Tantangan yang Harus Dihadapi Wishnutama

Kementerian yang terlibat dan mendapat alokasi anggaran pariwisata selain Kementerian Pariwisata yaitu Kemen PUPR, Kemenhub, KLHK, Kemen ESDM, Kemendes PDTT dan Kemendikbud.

Dana ini nantinya akan digunakan untuk fungsi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang antara lain terdiri atas pemberdayaan masyarakat di destinasi pariwisata dan peningkatan promosi pariwisata Luar Negeri.

Untuk itu, pemerintah RI memutuskan untuk melakukan percepatan penyelesaian 4 destinasi pariwisata super prioritas yaitu pengembangan destinasi wisata Danau Toba, Borobudur, Labuan Bajo dan Mandalika.

Selain kawasan tersebut, pemerintah juga telah mengalokasikan dana pada APBN 2020 untuk pembangunan amenitas kawasan pariwisata di 186 daerah serta pembangunan atraksi daya tarik wisata di 306 daerah. Tak hanya itu, alokasi anggaran juga ditransfer melalui transfer ke daerah.

Dalam Rapat Paripurna DPR RI tanggal 24 September 2019 telah disahkan Undang-Undang APBN dimana salah satu bagian dari belanja negara tersebut adalah Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD), yang jumlahnya mencapai Rp 856,94 triliun.

TKDD tersebut terdiri dari transfer ke daerah sebesar Rp 784,94 triliun dan dana desa sebesar Rp 72 triliun. Adapun transfer ke daerah terdiri dari Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus Fisik (DAK Fisik), Dana Alokasi Khusus Nonfisik, Dana Otsus dan Dana Insentif Daerah (DID).

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X