Kompas.com - 19/11/2019, 14:18 WIB
Kapal perikanan asing (KIA) berbendera Malaysia ditangkap di perairan Selat Malaka pada Selasa (18/6/2019). dok KKPKapal perikanan asing (KIA) berbendera Malaysia ditangkap di perairan Selat Malaka pada Selasa (18/6/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo masih mengkaji mekanisme dan siapa yang akan menerima kapal hibahan bekas pencuri ikan.

Adapun saat ini, telah ada sejumlah Pemerintah Daerah (Pemda), koperasi, kampus, dan para nelayan yang meminta hibahan kapal eks asing tersebut.

"Memang ada juga kampus yang sudah minta untuk pelatihan dan bisa juga untuk pendidikan. Bisa juga untuk masyarakat pesisir, untuk koperasi," kata Edhy Prabowo di Jakarta, Senin (19/11/2019).

Kendati banyak yang meminta, Edhy tak serta-merta memberikannya. Pihaknya bersama stakeholder terkait masih menyusun siapa yang layak mendapat kapal hibahan.

Baca juga: Menteri KKP Janji Berikan Kapal Sitaan untuk Nelayan

Dia ingin, penerima kapal sudah sesuai dan memanfaatkannya dengan baik sehingga tidak ada lagi kapal-kapal mangkrak setelah dihibahkan karena kurangnya pemanfaatan, apalagi dijual kepada mafia pencuri ikan.

"Ya nanti dulu, makanya kita lihat kan. Yang jelas kami lagi menyiapkan siapa penerimanya, siapa yang akan menjadi tujuan. Harus kita pastikan yang kita serahkan ini bisa melakukan. Jangan sampai begitu kita serahkan nanti dijual," ujarnya.

Edhy menuturkan, pengkajian bakal dilakukan selambat-lambatnya hingga 10 Desember 2019 mendatang. Pengkajian meliputi penerimaan dan mekanisme penghibahan.

"Saya diminta Pak Luhut untuk mengkaji, ini kapal arahnya mau dikemanain. Kita diminta untuk mengkaji dari sisi penerimanya, dari sisi pelakunya," ungkap Edhy.

Baca juga: Kadin Minta Menteri KKP Cabut Izin Kapal Pengusaha Ikan Tak Taat Aturan

Dia ingin, mekanisme pemberian kapal tidak menggunakan sistem lelang. Akan tetapi, Edhy mengungkap, memang ada beberapa hal yang tidak bisa dilanggar.

"Kalo bisa enggak usah lelang. Tapi kan aturan-aturan tetap ada. Kan enggak bisa kita langgar," tandasnya.

Adapun saat ini, telah terdapat 72 kapal ikan berkekuatan hukum tetap (inkracht). 45 diantaranya masih dalam keadaaan baik, 6 kapal harus dimusnahkan, dan sisanya berada dalam kondisi kurang baik alias harus direparasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Telkom Indonesia Buka Banyak Lowongan Kerja di 2022

Telkom Indonesia Buka Banyak Lowongan Kerja di 2022

Work Smart
Ini Imbal Hasil Sukuk Negara yang Akan Dilelang Pekan Depan

Ini Imbal Hasil Sukuk Negara yang Akan Dilelang Pekan Depan

Earn Smart
IHSG Ditutup Naik, Saham Big Caps Laris Diborong Asing

IHSG Ditutup Naik, Saham Big Caps Laris Diborong Asing

Whats New
Mulai Berlaku 1 April 2022, Ini Langkah PLN Jelang Pemberlakuan Pajak Karbon

Mulai Berlaku 1 April 2022, Ini Langkah PLN Jelang Pemberlakuan Pajak Karbon

Whats New
Ini Hotline Pengaduan Penjualan Minyak Goreng di Atas Rp 14.000 Per Liter

Ini Hotline Pengaduan Penjualan Minyak Goreng di Atas Rp 14.000 Per Liter

Whats New
Endus Aroma Praktik Kartel Minyak Goreng, KPPU: Kompak Naiknya

Endus Aroma Praktik Kartel Minyak Goreng, KPPU: Kompak Naiknya

Whats New
Biaya Pembangunan Bengkak, Tarif LRT Jabodebek Naik Jadi Rp 15.000

Biaya Pembangunan Bengkak, Tarif LRT Jabodebek Naik Jadi Rp 15.000

Whats New
Survei BI: Kredit Perbankan Diprediksi Melambat pada Kuartal I-2022

Survei BI: Kredit Perbankan Diprediksi Melambat pada Kuartal I-2022

Whats New
Mau Mulai Usaha Online? Yuk Simak Cara Jualan di Shopee

Mau Mulai Usaha Online? Yuk Simak Cara Jualan di Shopee

Work Smart
Ini Alasan Alfamart Batasi Pembelian Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter

Ini Alasan Alfamart Batasi Pembelian Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter

Whats New
Minggu Ketiga Januari 2022, Harga Gula Pasir Naik

Minggu Ketiga Januari 2022, Harga Gula Pasir Naik

Spend Smart
Kena Serangan 'Ransomware', Bank Indonesia: Layanan Operasional Tidak Terganggu

Kena Serangan "Ransomware", Bank Indonesia: Layanan Operasional Tidak Terganggu

Whats New
Selain Omicron, Ekonomi RI 2022 Juga Dipengaruhi oleh Kenaikan Tarif Listrik, Elpiji, BBM hingga Cukai Rokok

Selain Omicron, Ekonomi RI 2022 Juga Dipengaruhi oleh Kenaikan Tarif Listrik, Elpiji, BBM hingga Cukai Rokok

Whats New
Lewat 'Tender Offer' Senilai Rp 10,96 Triliun, Jerry Ng Bakal Jadi Pengendali Tak Langsung BFI Finance

Lewat "Tender Offer" Senilai Rp 10,96 Triliun, Jerry Ng Bakal Jadi Pengendali Tak Langsung BFI Finance

Whats New
Lion Air Group Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan D3 dan S1, Ini Cara Daftarnya

Lion Air Group Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan D3 dan S1, Ini Cara Daftarnya

Work Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.