Luhut: Saya Enggak Mau Lihat Investasi dengan Teknologi Kelas 2...

Kompas.com - 19/11/2019, 17:07 WIB
Menko maritim Luhut saat berada di Hotel Pullman Rina Ayu LarasatiMenko maritim Luhut saat berada di Hotel Pullman

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan bahwa pemerintah tak mau menerima investasi yang tidak membawa teknologi first class dan ramah lingkungan.

"Syarat saya sebutkan tadi kami enggak mau melihat (investasi) teknologi kelas dua yang datang ke Indonesia," ujarnya di Hotel Pullman Jakarta, Selasa (19/11/2019).

Pernyataan Luhut bukan tanpa alasan. Sebab ia mengatakan, saat ini Indonesia terus berupaya untuk mencapai tujuan Paris Agreement. Kesepakatan Paris merupakan kesepakatan internasional yang mengikat sebagai komitmen bersama dunia untuk melakukan pengurangan emisi gas rumah kaca yang diberlakukan pasca 2020.

Baca juga: Luhut Sebut Potensi Investasi UEA di RI Capai Rp 2.282 Triliun

Kesepakatan ini menyebutkan bahwa negara-negara dunia berkomitmen menjaga ambang batas kenaikan suhu bumi di bawah 2 derajat celcius dan berupaya menekan hingga 1,5 C.

Luhut menyampaikan kalau Indonesia sampai sekarang masih melakukan berbagai upaya untuk bisa mencapai persetujuan paris tersebut.

"Kami masih lakukan perbaikan- perbaikan, penggunaan mobil listrik salah satu, penggunaan biodiesel supaya mengurangi fosil, penggunaan listrik dari matahari angin, geothermal," kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Kalah di Pengadilan, Pemerintah Harus Kembalikan Pajak Rp 22 Triliun

Selain itu Luhut juga mengatakan kalau pemerintah sedang membangun proyek baterai lithium di Morowali, Sulawesi Tengah. Nantinya pabrik tersebut menggunakan 70 persen raw material dari Indonesia.

"Potensi pengembangan kendaraan listrik sangat tinggi karena kita punya semua raw material," kata Luhut.

Pemerintah menargetkan Indonesia dapat memiliki baterai lithium untuk penggunaan kendaraan listrik pada 2021 atau 2022 dari proyek tersebut. Meski begitu, Ia mengatakan kalau pemerintah akan tetap memperhatikan dari sisi lingkungannya.

Baca juga: Edhy Prabowo Akan Kaji Reklamasi Teluk Benoa yang Dibatalkan Susi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.