Pro-Kontra Ahok Jadi Bos BUMN

Kompas.com - 20/11/2019, 13:28 WIB
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berkunjung ke Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat (5/7/2019). Dok. IstimewaMantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berkunjung ke Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat (5/7/2019).

Dua bulan berselang, Survei Indo Barometer mengukur tingkat keterpilihan (elektabilitas) Ahok. Lagi-lagi meski di penjara, hasilnya cukup tinggi. Elektabilitas Ahok berada di posisi ke-empat.

Ketiga tertinggi adalah Joko Widodo, Prabowo Subianto, dan Anies Baswedan.

Sementara nama-nama yang berada di bawah Ahok, berturut - turut adalah, Jenderal Gatot Nurmantyo, Ridwan Kamil, dan Agus Harimurti Yudhoyono.

Banyak pihak berpendapat, Ahok merupakan magnet yang tak boleh ditinggalkan begitu saja. Pendukungnya segudang!

Meski harus diakui, pembencinya juga berada di gudang yang lain! Tak kalah besar.

Pro-kontra mencuat dan menguat

Inilah Ahok. Namanya baru disebut-sebut dalam bursa Bos BUMN saja sudah membuat suhu politik meningkat. Dukungan dan penolakan bermunculan serentak.

Ini tercermin dari berita-berita yang menjadi terpoluer di media online hingga keriuhan pembicaraan di media sosial.

Program AIMAN membahas tuntas pro-kontra hingga kekuatan Ahok dari sisi politik, juga kemampuan memimpin birokrasi BUMN. Saksikan tayangan lengkap AIMAN, Senin, 18 November 2019 di Kompas TV.

Ada sejumlah orang yang saya temui untuk saya mintai pendapat mereka tentang sosok Ahok di BUMN.

Saya bertemu rekan terdekat Ahok saat memimpin Jakarta, mantan Wakil Gubernur Djarot Syaiful Hidayat.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X