Pembentukan Holding BUMN Konstruksi Terancam Batal

Kompas.com - 20/11/2019, 13:49 WIB
Ilustrasi infrastruktur SHUTTERSTOCKIlustrasi infrastruktur

JAKARTA, KOMPAS.com - Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, pembentukan holding konstruksi terancam dibatalkan. Padahal, rencana pembentukan holding tersebut tinggal menunggu payung hukumnya saja.

“Mengenai holding untuk (BUMN) karya sepertinya lagi dikaji. Memang mungkin kecil kemungkinannya,” ujar Arya di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (20/11/2019).

Arya enggan menjelaskan mengapa rencana pembentukan holding tersebut kecil kemungkinan untuk direalisasikan.

“Banyak pertimbangan lah,” kata Arya.

Namun, Arya memastikan pembentukan holding BUMN konstruksi kecil kemungkinannnya untuk direalisasikan bukan karena permasalahan utang.

Baca juga : Bongkar Pasang Direksi, Kinerja 5 BUMN Ini Masih Moncer

“Enggak lah. Jadi makanya nanti akan dicarikan model bisnis terbaik bagaimana sinergi (BUMN) karya ini,” ucap dia.

Rencananya holding BUMN konstruksi akan berisi enam perusahaan pelat merah. Selain PT Hutama Karya, lima perusahaan lainnnya yakni PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Yodya Karya (Persero), dan PT Indra Karya (Persero). 

Payung Hukum

Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berencana membentuk holding BUMN konstruksi. Holding ini nantinya akan diisi oleh sejumlah perusahaan-perusahaan BUMN.

Lalu, sejauh ini bagaimana progresnya?

Direktur Utama PT Hutama Karya (HK) Persero, Bintang Perbowo mengatakan, proses untuk pembentukan holding ini sudah rampung dikerjakan. Kini tinggal menunggu lanjutan dari pemerintah.

"Holding semua prosesnya sudah di Setneg (Sekretariat Negara). Tinggal ke Presiden," kata Bintang dalam sebuah diskusi di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (5/9/2019).

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X